Pengurai kata

Ekspresif!

Bagi orangtua dan sahabat-sahabatku, mungkin tidak asing lagi rasanya jika tiba-tiba aku menyampaikan perasaanku yang sebenarnya bahwa aku sedang marah pada mereka, sedang kecewa, ataupun sedang rindu. Ah sudah tak terhitung rasanya betapa banyak sahabat yang sudah menerima suratku. Begitupun bapak, ibu, dan kakak. Mereka sudah biasa menerima secarik kertas yang berisi ungkapan-ungkapan perasaanku. Pantas saja sejak kecil aku dipanggil “Pak pos”. Hahaa

Aku baru sadar sekarang. Dulu aku selalu marah jika tetangga memanggilku pak pos. Aku selalu protes dipanggil pak pos , tanpa tahu apa maknanya. Aku baru sadar sekarang.

Surat.

Entah, aku merasa ungkapan kata dalam tulisan lebih bisa mewakili perasaanku yang sebenarnya dan terkesan surprise, serta bisa disimpan oleh si penerima surat untuk dibaca berulang-ulang.

Hm, ada sahabatku yang aku sendiri bahkan lupa pernah menulis surat untuknya, tapi ternyata surat itu disimpan rapi olehnya dan ditunjukkan padaku lagi setelah beberapa tahun kami tidak bertemu. Dia tunjukkan dan menangis. Oh Rabb😦

Aku pernah menulis surat untuk kakakku. Ah sekitar 10 bulan yang lalu. Aku ingat betul. Itu surat paling dramatis dan mengharukan yang pernah aku buat. Aku yakin kakak masih menyimpannya dengan baik.

Surat. Hm, entah beberapa minggu yang lalu aku rasanya tak kuasa menulis surat. Ada hal penting yang harus aku sampaikan pada Bapak. Kuputuskan untuk berbicara mata ke mata dengannya. Dan pembicaraan ini adalah pembicaraan paling serius sepanjang hidupku.

Bapak tertawa. Ah bapakku selalu punya cara terbaik menanggapi perasaanku.

 

Ekspresif. Caraku menyampaikan apa yang sedang aku rasakan dengan cara terbaik. Aku memiliki pemahaman bahwa tak ada boleh yang menyangkut di hati dalam seharipun. Jika marah, maka selesaikan segera, bukan dengan cara memendamnya lalu marah-marah. Hehe.. Setiap hari, haruslah berbahagia🙂

 

Markas Inspirasi, 20 Mei 2016

“Yang hobi menulis surat”

Tertanda: Tria Gustiningsi

 

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Pengurai kata

  1. deazka berkata:

    hhmm.. “pembicaraan dengan bapak”..
    “bicara dari mata ke mata”..
    “pembicaraan paling serius”..
    okeeyy.. uniii.. bisuak awak telponan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s