Yang senantiasa hadir :)

“Juk, laptop juk, lihat alif juk”, pinta salah satu keponakanku yang berumur 2 tahun. Begitu dia meminta izin padaku jika ingin menonton video bernyanyi huruf hijaiyah di laptop.

Akbar Maryadi. Begitu nama yang diberikan kakak kepada anak pertamanya ini. Kami memanggilnya Akbar. Meski umurnya baru 2 tahun, tapi kecerdasannya melebihi anak seusianya. Setiap aku mudik ke rumah, banyak hal yang baru yang selalu aku cobakan padanya. Haha. Mengajaknya berdialog bahasa inggris, mengajak bernyanyi, berhitung, menonton video lagu anak-anak dan huruf hijaiyyah, ataupun mencobakan permainan baru.

Untuk berdialog bahasa inggris, jika ditanya “What’s your name?”, dia akan menjawab “My name’s Akbar”, atau “Akbar”.

“Do you like football?”, dia akan menjawab “Yesssss”.

Untuk berhitung, dia sudah bisa berhitung dari 1 sampai 10 dengan baik dan tidak terbalik-balik. Di rumah, kami selalu melibatkan dia untuk menghitung benda yang sedang dilewati atau saat dia sedang membereskan mainannya, atau jumlah makanan, atau naik tangga, dan lain-lain. “atu, wa, ga, pat, ma, nam, ju, apan, ilan, uluuuh”, begitu teriaknya. Masya Allah, cerdas!

Dia bisa bernyanyi banyak lagu. Lagu “tik tik bunyi hujan”, lagu balonku, hingga lagu “sayonara”. Sekarang ini dia sedang senang lagu burung hantu dan suka sekali menonton video huruf hijaiyyah. Saat mudik 2 minggu yang lalu, aku mengenalkannya dengan video burung hantu itu, aku bermaksud mengajarkan padanya bahwa jika hari gelap itu tandanya malam, dan kita tidak perlu takut dengan malam, hingga suara burung hantu pun sebenarnya merdu. *langsung puter backsound lagu burung hantu*. Hihii

Video huruf hijaiyyah dengan maksud mengenalkan huruf hijaiyah kepadanya secara tidak langsung. Dalam video itu, ada huruf alif yang lompat-lompat dan berteman dengan huruf ba, ta, dan huruf hijaiiyah yang lainnya. Dalam video itu si huruf alif berwarna merah dan menjadi pemimpin dari huruf yang lain sehingga Akbar fokus sekali dengan Alif. Hahaa. “Mana alif juk? Koq hilang alifnya? Mana alif?”, tanyanya gelisah saat dalam video itu alif menghilang dan sedang ditampilkan huruf lain.

Masya Allah, cerdasnya keponakanku.

Oh iya, walaupun umurnya baru 2 tahun, Akbar rajin ikut ayah dan bundanya sholat. Ketika aku mudik, setiap kali aku harus menguatkan diri jika dia ikut sholat karena aku hampir tidak bisa menahan tertawa. Haha. Tingkahnya lucuuu sekali, bahkan pernah saat rukuk dia buang angin dengan suara besaaaaar, tapi dengan polos dia terus ikut hingga akhir. Coba bayangkan bagaimana jika sedang di posisi kami. Haha.

Keponakanku satu ini kinestetik sekali. Permainanya melibatkan semua anggota tubuh dan tenaganya. Berlari-lari, main mobil-mobilan, ayunan, menendang bola sambil teriak “Goooooollll”, bahkan saat aku mudik 2 minggu yang lalu, dia sudah bisa main layang-layang. Kami ikatkan tali sepanjang 1  meter pada layang-layang itu dan dia tarik sambil berlarian.  “Nah terbaaang, terbaaaang”, ungkapnya takjub.

Lagi, walau umurnya baru 2 tahun, Akbar disiplin sekali membereskan mainannya jika selesai bermain. Dibereskan lalu dikembalikan persis ke tempat asalnya.

Dengan umurnya yang baru 2 tahun, dia tumbuh menjadi anak yang ramah, menegur orang yang lewat atau datang ke rumah kami. Dengan umurnya yang baru 2 tahun, dia adalah bayi yang penyayang. Mengusap kepala sepupunya (keponakanku juga) yang baru berumur 1,5 tahun dan bersedia mengalah jika si adek meminjam mainannya. “Adek Bill, sayang Adek Bill”, celotehnya.

Walau tidak dapat dipungkiri, dengan umurnya yang baru 2 tahun, ada kalanya dia berada pada posisi egoisnya atau tiba-tiba marah karena ada hal yang tidak sesuai keinginannya, namun mudah ditenangkan.🙂

Masya Allah, semoga tumbuh jadi anak yang sholih ya sayang, tumbuh jadi anak yang cerdas, hafiz quran. Aamiin Allahumma Aamiin.

Kak Fadel, Bang Iam, Adek Bill. Keponakan yang juga kesayanganku, mereka juga punya ceritanya masing-masing dengan karakter yang berbeda-beda. One day, akan kutuliskan.

Terkirim doa untuk kalian juga ya sayang, semoga jadi anak yang sholih, cerdas, hafiz quran. Aamiin Allahumma Aamiin.

*peluk satu-satu*

 

Markas Inspirasi, 22 April 2016

“Masya Allah, rindu. ”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s