Kesayangan

Aku mau mudik pagi ini. Rindu rasanya bertemu ibu dan bapak. Dari kemarin ibuku sudah menelpon “Adek pulang hari apa? Ibu mau masak.”

Hm, tapi pagi ini aku tiba-tiba mellow.

Aku tiba-tiba teringat semua kasih sayang orang disini. Aku merasakan kasih sayang dimana-mana. Walaupun ibu dan bapakku jauh disana, tapi disini, di kota rantau ini aku merasa memiliki banyak orang tua. Banyak yang sayang dan menganggapku layaknya anak sendiri. Aku merasakan doa ibu dan bapakku menjala-jalar, aku merasa Allah betul-betul memperhatikanku dan Allah gerakkan hati orang-orang disekitarku untuk sayang dan turut menjagaku.

Di sini, aku punya banyak mama, ibu, emak, mamak, papa, ayah, bapak, dan semuanya sayang padaku. Mereka rata-rata adalah orangtuanya temanku. Bahkan ada mama yang jika aku silaturahim ke sana, mama memintaku untuk menginap di rumahnya dan dia memasakkan makanan kesukaanku. Ah persis layaknya mudik ke rumah. Jika aku lama tak silaturahim, temanku akan bbm “Tria ditanyain mama, kenapa sudah lama ga kesini.”

Ah, indah sekali disayangi seperti ini.

Dan akupun tak canggung, kalau pagi-pagi aku belum sarapan, kadang aku datang ke rumah temanku dan bilang ke mama “Ma, Tria makan ya maaaa.”

Hahaaa..

Dan mama senang sekali. Hahaaa

Tidak hanya orangtua temanku, sampai saudara-saudaranya pun sayang, keponakannya pun girang sekali jika aku datang. Menempel-nempel di dekatku sambil bilang “Bunda Iya, Bunda Iya”.

Aku sering ke rumah temanku hanya untuk menemui mama, walaupun temanku sedang tidak ada di rumah. Mamanya sudah seperti ibuku sendiri.

Oh Rabb, terima kasih.

Begitupun dengan tempat kerjaku. Ya Allah, mereka sayang sekali padaku. Mereka memperhatikanku sedemikian rupa. Mencium tangan mereka rasanya syahdu sekali.

Nyaman sekali aku berada dimana-mana.

Terima kasih ya Allah untuk kasih sayang yang selalu Engkau hadirkan di hati orang-orang di sekitarku. Terima kasih Allah telah membalas kebaikan ibu dan bapakku dengan cara menggerakkan hati orang lain agar baik padaku. Alhamdulillah.

 

Markas Inspirasi, 11 Maret 2016

“Aku mudik pagi ini, melepas rindu pada setiap sudut rumah”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s