Lelakiku

Bapak dan kakak, dua lelaki yang aku miliki. Dua lelaki yang selalu ada untuk menjagaku. Dua lelaki yang menuruti semua pintaku. Dua lelaki yang memanjakanku.

Bapak dan kakak, dua lelaki yang selalu mengkhawatirkan keselamatanku. “Pergi dengan siapa? Jam berapa? Naik apa? Aman kan?”.

Ah jika di kota rantau ini ada kalian, aku pasti lebih merasa nyaman kemana-mana. Aku pasti tak butuh motorku lagi, karena kalian pasti selalu siap sedia mengantar dan menjemputku. Tidak bermaksud manja, tidak bermaksud merepotkan, aku hanya merasa lebih aman jika bersama kalian.

Bapak, kakak, aku rindu. Terima kasih tlah memahami ketidakberdayaanku. Ah kalian seolah bisa membaca kejadianku yang sering sekali menangis di atas motor. Menangis karena hari mulai gelap, menangis karena kehujanan, menangis karena diklakson oleh mobil truk besar menakutkan, menangis karena hampir ditabrak mobil yang ga mau ngalah padahal aku di posisi jalan yang benar. Bapak, kakak, aku ingin kalian ada disini bersamaku. Aku butuh kalian.😦

 

Markas Inspirasi, 8 Maret 2016

“Aku benci sendirian”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s