Bersyukur (lagi)

Sadarkah kita bahwa Allah memberikan rezeki dan kenikmatan kepada kita dengan cara yang bermacam-macam? Misalnya pekerjaan. Ada orang yang bekerja paruh waktu, gajinya mungkin kecil, tapi dia memperoleh kenikmatan berupa dapat berkumpul dengan keluarganya, punya banyak waktu luang, bisa tidur siang. Tapi ada juga orang yang punya gaji yang besar, bisa membeli apa saja yang diinginkan, tapi dia harus terpisah dengan orangtuanya, tidak bisa tidur siang, sibuk. Aku sering melihat tukang beca yang sedang berada dipersimpangan jalan menunggu penumpang, diantara tukang beca itu ada yang sedang tertidur pulas. Pulas sekali. Masya Allah, mungkin beliau letih karena seharian mengayuh becaknya. Semoga Allah limpahkan rezeki yang berlimpah padanya. Aamiin. Lihat, pendapatan tukang becak itu mungkin tidaklah seberapa, hanya cukup untuk dia dan keluarganya  makan hari itu saja. Tapi beliau mendapat kenikmatan berupa bisa tidur dengan nyenyak, bisa mengantar orang lain sampai pada alamat yang dituju, tubuhnya sehat. Sedangkan, ada pejabat tinggi, atau para pengusaha yang kaya raya, mereka punya harta yang berlimpah tapi mungkin mereka tidak sempat tidur siang, atau malam harinya mereka malah menderita insomnia karena banyak yang harus mereka pikirkan mengenai jabatan atau usaha mereka. Sesuai sekali dengan quotes bahwa “kita bisa saja membeli kasur yang empuk, tapi kita tidak bisa membeli tidur yang nyenyak.”Ah intinya hidup ini harus bersyukur. Bersyukur, bersyukur, bersyukur. Dan selalu ingat bahwa rejeki tidak harus berupa uang. Rejeki itu bisa saja Allah ganti dengan teman yang banyak, tempat kerja yang nyaman, ilmu yang bermanfaat, kesehatan, lingkungan yang baik, didekatkan dengan orang-orang yang shalih dan shalihah, memiliki orangtua yang sehat, keluarga yang lengkap. Semuanya. Iya, harus pandai-pandai menyadari kenikmatan dan rejeki-rejeki yang Allah hadiahkan kepada kita.

Alhamdulillah Rabb.

Markas Inspirasi 9 November 2015

“Genggam hatiku Rabb”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s