Gemuruh

Jumat, 30 Oktober 2015 yang lalu, kotaku basah. Alhamdulillah.

Sudah lama aku menantinya, aku rindu dengan rinainya yang selalu menenangkan, walaupun terkadang aku sering kuyup karena dia datang di saat aku sedang dalam perjalanan bermotor. Tapi aku selalu bahagia.

Jumat yang lalu, dia hadir. Iya, dia hadir bersamaan di saat gemuruh mahasiswa-mahasiswaku yang tersihir dengan kekerenan yang aku tawarkan. Mahasiswa-mahasiswa yang masa depan mereka sungguh masih sangat panjang. Mahasiswa-mahasiswa yang pada pundak mereka ada tugas berat namun mulia untuk negeri ini. Mahasiswa-mahasiswa yang Indonesia sudah lama menanti gebrakan dan karya-karya hebatnya. Iya, mahasiswa-mahasiswa pencari solusi, bukan pemaki-maki.

Jumat yang lalu, aku melihat gemuruh semangat itu dari wajah mereka. Aku merekam setiap huruf “O” yang mereka ucapkan. Ah aku bahkan terbawa perasaan, semacam ingin kembali ke masa lalu, kembali pada masa kegilaan yang heroik. Aku rindu menjadi gila.

Pada slide pertama dari materi yang kusampaikan hari itu terpampang judul besar yaitu “Merdeka!”. Aku memilih kata “merdeka” untuk mewakili semua materi yang kusampaikan hari itu. Mengapa merdeka? Ya, karena aku ingin mengajak mahasiswa-mahasiswa itu untuk melepaskan semua belenggu dari diri mereka, menuangkan ide-ide yang berseliweran dalam benak mereka. Tak ada yang mengintimidasi dan mengintervensi ide maupun rasa yang mereka tuangkan. Bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah dengan menulis.

Jumat yang lalu, aku bahagia menyaksikan semangat dan rasa ingin tahu mereka yang begitu besar. Dan hujan semakin melengkapi kebahagiaanku hari itu. Aku berdoa semoga mereka menjadi mahasiswa sukses yang berkontribusi besar untuk agama, kampus, masyarakat, dan negeri ini. Berkontribusi dengan karya-karya hebat. Berkontribusi dengan ide-ide cerdas. Hidup Mahasiswa!

Markas Inspirasi, 3 November 2015

“Hujan dan gemuruh semangat yang padu :D”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s