Cuuussss

Assalamu’alaikum. Selamat pagi semuaaaaaaaaaa *gaya Pakcik Adi*

Aku, aku, aku.. Hm, aku rindu. Aku rindu bercerita. Banyak sekali perjalanan, kejadian, dan hal-hal luar biasa yang dilalui namun “terlalui”, belum sempat ditulis.. Aku akan coba menceritakan semuanya satu persatu. InsyaAllah. Tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin mengabadikan setiap mozaik kehidupan yang dilalui, karena setiap perjalanan hari pasti selalu ada hikmah yang Allah hadiahkan. Setuju? Setuju kan ya? Iya kan? #maksa

Hari ini aku ingin bercerita sesuatu. Ah aku tak berani untuk menyebutkan tema apa yang akan aku ceritakan karena biasanya saat telah menulis, cerita-cerita itu akan mengalir secara sendirinya dan melupakan tema yang disebutkan. Hahaaaa

Kemarin adalah hari yang aku lalui dengan perjuangan-perjuangan di hari-hari sebelumnya. Kurang dari 1 bulan, aku mengejar target tesisku. Ngebut sengebut-ngebutnya. Gila segila-gilanya. Hingga sampai pada saat kedua dosen pembimbingku menandatangani ACC seminar. Yeay! Alhamdulillah! #LompatLompatGirang

Segeralah aku mendaftar, mengurus surat-menyurat, dan lain-lain. Hingga jadwal ujian ditetapkan tanggal 10 Februari 2015.

Namun, sebelum ujian, kami harus menyebar undangan dan draf tesis kepada dosen pembimbing dan penguji. Hingga hari senin itu,kami sepakat berkumpul di kampus. Aku datang pagi-pagi sekali. Tapi ternyata eh ternyata, surat undangan kami belum ditandatangani oleh PD 1 karena ada sedikit kekeliruan administrasi. Dan yaaaaa, jika kami hanya menunggu di kampus Palembang, kami akan kehilangan waktu, detik jam terus berlalu dan hari semakin siang, sedangkan hari itu kami harus menyebar semuanya. Dan yaaa, bergeraklah kami hendak menuju indralaya. Aku mengambil motor dan cuuuuusssss ke indralaya. Perjalanan yang menempuh jarak 32 km dengan banyak truk2 besar yang berlalu lalang dan kecepatannya suang suing disertai dengan gerimis, hujan, gerimis, terang, sungguh bukan perjalanan biasa utk hari ini. Aku berdoa sepanjang jalan semoga Allah memberi keselamatan sampai tujuan, begitupun saat pulang. What a challenging trip!

Dan alhamdulillah perjalanan hari itu membuahkan hasil. Setelah ngotot untuk tetap menunggu di depan pintu dekanat berjam-jam, kami akhirnya mendapatkan secarik kertas yang sudah ditandatangani. Yeay! Alhamdulillah.

Besok jadi ujiaaaaaaannn… \(^_^)/

Aku selalu yakin bahwa semakin banyak hambatan-hambatan yang terjadi, curigailah bahwa sesungguhnya tujuan yang ingin dicapai itu semakin dekat.

Terima kasih ya Allah.

Markas Inspirasi, 11 Februari 2015

“Aku laper”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s