Klarifikasi PR Matematika yang akhirnya hebooh dimana-mana.. Yok kita pahami bro! :)

Beberapa hari ini heboh sekali berita tentang PR Matematika murid kelas 2 SD yang diupload oleh kakaknya karena mendapatkan nilai 20. Berita tersebut bisa dilihat di link berikut.

Berikut ini foto jawaban soal tersebut.

PR habibi

Dalam foto tersebut, sang kakak menulis untuk gurunya dan menyatakan bahwa 4×6 sama saja dengan 6×4.

Pun saya lihat komentar2 orang terhadap berita tersebut, banyak sekali yang menyalahkan gurunya. Hingga saat saya membuat PM di BB tentang berita ini pun ada beberapa teman yang bertanya dan protes,serta menyalahkan guru dari murid tersebut.

Nah, melihat kondisi ini, saya sebagai seorang guru matematika, merasa memiliki kewajiban untuk mengklarifikasi masalah ini. Karena, menurut saya, konsep yang diajarkan oleh guru tersebut sudah benar.

Oke, sebelumnya, saya akan jelaskan mengenai soal yang diberikan oleh guru tersebut.

Salah satu soalnya adalah 4+4+4+4+4+4 =… x…..=…..

Saya misalkan saya memberi jeruk kepada seorang teman saya, kita sebut saja misalnya namanya Melta.

Pertama, saya berikan 4 jeruk kepada Melta.

Kedua, saya berikan 4 jeruk lagi kepada Melta.

Ketiga, saya berikan 4 jeruk lagi.

Keempat, saya berikan 4 jeruk lagi.

Kelima, saya berikan 4 jeruk lagi.

Keenam, saya berikan 4 jeruk lagi.

Berapa kali saya memberikan jeruk itu? Iya, 6 kali. Lalu, berapa jumlah semua jeruk yang sudah saya berikan kepada Melta?

Kita pasti akan menghitung 4 + 4 + 4 + 4 +4 +4 = 24 jeruk

Nah, maksud soal ini adalah gurunya ingin memahamkan konsep kepada murid tersebut bahwa perkalian adalah penjumlahan yang berulang.

Coba kita perhatikan 4+4+4+4+4+4, ada 6 kali angka 4 disana, sehingga jawabannya adalah 6 x 4, bukan 4 x 6.

4 x 6 bermakna 4 kali angka 6nya.

4 x 6 = 6 +6 +6 +6.

Kita lihat lagi 7 + 7 + 7, ini ada 3 kali angka 7nya, sehingga = 3 x 7.

Kalau 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 +3 , ini ada 7 kali angka 3nya, sehingga 7 x 3.

Coba kita maknai resep obat yang sering sekali kita temui. Tertulis minum obat 3 x 1.

Nah, 3 x 1 ini artinya adalah 3 kali angka 1nya, ini sama dengan 1 + 1 +1 ( 1 tablet pagi + 1 tablet siang + 1 tablet malam).

Berbeda jika minum obat 1 x 3, ini artinya sekali itu langsung 3 tablet.

Nah, konsep seperti ini yang ingin dicapai oleh guru tersebut. Mengingat anak tersebut adalah anak kelas 2 SD, sehingga walaupun anak tersebut belum hafal perkalian, anak tersebut sudah bisa menyelesaikan sendiri perkalian dengan cara menghitung berulang.

Mengenai komentar sang kakak tersebut yang menyatakan bahwa 4 x 6 = 6 x4. Oke, saya jelaskan lagi, ini adalah sifat komutatif. Sifat komutatif itu menyatakan bahwa a x b = b x a.

Nah, sifat komutatif ini dibimbing jika murid tersebut sudah paham dulu mengenai konsep perkalian. Konsepnya berkembang. Jika anak itu sudah paham perkalian, bisa dibimbing oleh guru, untuk melihat hubungan apakah 4 x 6 = 6 x 4.

4 x 6= 6+6+6+6 = 24

6 x 4 = 4+4+4+4+4+4 = 24

Sehingga bisa dinyatakan bahwa 4 x 6 = 6 x 4.

Ada teman saya yang bilang bahwa “Yang penting saat dia UN nanti dia bisa jawab soalnya dengan benar, toh sama saja 6×4 dengan 4×6”.

Oke, saya jawab lagi, saat anak itu UN itu artinya anak tersebut sudah kelas 6 kan ya? Sudah melewati fase pemahaman konsep mengenai perkalian tersebut, berada di jenjang lebih tinggi, ini sudah sewajarnya dan sudah sepatutnya dia tahu dengan sifat komutatif bahwa 4 x 6 = 6 x 4.”

Lalu, ada juga yang menyalahkan kurikulum 2013. Menyatakan bahwa pelajaran sekarang lebih sulit, soal matematika siswa SD ada yang berupa soal cerita, dan bla bla bla.

Ok, saya tanggapi lagi untuk soal matematika SD berupa soal cerita. Harus kita ketahui bahwa soal cerita justru bisa melatih daya nalar, kreatifitas, dan kritis murid tersebut dalam menyelesaikan soal. Kita justru seharusnya prihatin jika soal matematika langsung bertanya berapa hasil dari 3 x 7=…..

Karena itu akan mengakibatkan siswa tidak terbiasa bernalar.

Coba perhatikan jika soalnya seperti ini:

“Adi memiliki 3 keranjang buah. Dalam setiap keranjang terdapat 7 buah jeruk. Berapa jumlah seluruh jeruk yang ada dalam tiga keranjang itu?”

Maka kedua soal ini sama-sama memiliki penyelesaian: 3 x 7= 21

Akan tetapi, untuk soal kedua, anak tersebut sudah mengalami proses berpikir, membayangkan 3 keranjang buah, lalu masing-masing memiliki 7 buah jeruk, seluruhnya ada berapa buah jeruk. Nah, proses berpikir seperti inilah yang membuat murid justru lebih paham, dan akan tersimpan dalam long term memory. Bukan hanya sekedar menghafal perkalian 3 x 7.

Bagaimana teman-teman?

Yok, kita pahami dulu segala sesuatunya sebelum berkomentar ini dan itu.

Lah, 4 x 6 kalau ditanya ke tempat cuci foto malah jawabannya 4 x 6 = 1000 kan ya? Hahaa

Salam Matematika🙂

Semoga memberikan pencerahan. Wallahu’alam bishawab.

Markas Inspirasi, 23 September 2014

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Klarifikasi PR Matematika yang akhirnya hebooh dimana-mana.. Yok kita pahami bro! :)

  1. Terus terang, saya belum berani berkomentar ttg ini.

    kata Maarten, perdebatan serupa sempat terjadi di Amerika bahkan kalangan matematikawan pun ikut terlibat. Walhasil, no consensus..

    ini memang tidak begitu mudah. Saya sependapat dng Tria dengan perspektif pengetahuan matematika yang saya pegang. Karena, kita memang diajarkan perkalian melalui pendekatan grouping yang berujung pada defenisi perkalian sebagai penjumlahan berulang. Hanya saja, itu hanya salah satu pendekatan yang berkembang menjadi defenisi melalui kesepakatan.

    dalam hal ini, beberapa orang tidak berpegang pada kesepakatan tersebut. Sehingga, kita juga tidak bisa menganggap mereka salah dalam kasus ini.

  2. Safriadi berkata:

    Keren. Izin share yo Deng… ^___^::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s