Rindu

Sore ini. Tangisku tiada tertahan. Sungguh aku rindu rumah. Sudah 4 pekan aku tidak pulang ke rumah karena dalam 4 pekan itu  hari ahadku selalu diisi oleh agenda yang mengharuskan aku hadir.

Aku bahagia bisa berkontribusi, tapi jujur, aku sunggh rindu rumah. Aku ingin pulang. Aku rindu ibuku, ayahku, kakakku. Aku rindu kakakku. Aku ingin menemui keponakanku yang baru lahir 4 hari yang lalu. Aku ingin melihat jagoan kecil dari kakak kesayanganku. Aku rindu rumah. Sungguh.

Aku ingin pulang, sungguh.

Ibuuuuuuuuuuuuu. Aku rindu memeluk ibu, aku rindu bercerita.

Ah, ingin sekali aku berteriak. Ibuuuu, aku ingin pulaaaaang.

Ibuu. Allah, aku rindu.

Ahad dalam pekan ini aku juga tidak bisa pulang ke rumah karena ada sahabat terbaikku yang melangsungkan pernikahan.

Semoga pekan depan aku bisa pulang. Kosongkan semua agenda. Close! Aku mau pulang! Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……….

Ahhhh,, aku rindu. Sungguh.

Aku rindu ayah. Aku rindu kakak. Sudah lama aku tak bercerita heboh dihadapan ayah dan kakak. Ah, mereka selalu suka mendengar ceritaku.

Aku rindu bercerita.

 

Markas Inspirasi, 25 Februari 2014

“Terakhir aku pulang tanggal 18 Januari. Oh tidak mungkin, ini lama sekaliii. Aku bisa gila.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

 

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s