Ini apa? Apa ini?

Ah, jangan tanya aku tentang sebuah rasa, karena aku tak akan mampu ungkapkan walau dengan sepatah katapun. Aku bungkam seribu bahasa. Aku tak pandai merangkai kalimat apa yang akan aku gunakan. Apa ini? Ini apa? Ah, apalagi jika bukan rindu namanya?

wall to wallIbu Ratu Ilma.. Beliau salah satu dosen matematika di Unsri. Entah aku merasakan ada ikatan bathin dengan ibu ini. Ah, bermula dari percakapan di facebook yang sedikit ini saja aku sudah rindu setengah hidup dengannya.. Saat aku mahasiswa, ibu mempercayaiku untuk menghandle beberapa hal. Juga setiap lomba karya tulis ilmiah, ibu selalu setia menjadi dosen pembimbingku. Ide-idenya yang luar biasa bersatu padu dengan ideku yang gila-gilaan tanpa batas. Dan alhamdulillah selalu menang ^_^

Semangat beliau yang menggebu-gebu itu khas sekali, pemirsaa🙂

Banyak sekali perjuangan yang aku lewati bersama Beliau. Kejadian tanggal 7 Maret 2012 lalu. Oh Ya Allah,, kejadian yang sungguh membuat aku jera, tidak akan kuulangi lagi dalam hidup. Beliau gigih membuatku Move On dari rasa Down dan trauma yang mendalam terhadap suatu kejadian itu. Cobaan yang menggunung di tahun 2012, dilewati bersama beliau dengan penuh kesabaran dan pemahaman yang luar biasa. Banyak sekali hari-hari penuh cerita bersama Beliau. Jika mengingat kejadian-kejadian itu, air mata tak mampu lagi ungkapkan rasa. Allahu Akbar, saat itu Allah benar-benar menempaku hingga aku kuat.

Bu, tria ingat betul saat itu, saat ibu jadi salah satu narasumber “Behind the scene of the succes woman”, tria pernah ungkapkan bahwa Tria ingin sekali menjadi seorang Doktor seperti Ibu, menjadi salah satu dosen matematika sebelum nantinya Tria menjadi Rektor Universitas Sriwijaya. Apakah Ibu ingat? Tria ingat betul bu🙂

Bu, beberapa bulan yang lalu, tahapan yang harus dilalui untuk menjadi dosen itu hampir saja tria capai ya Bu, tapi Tria mundur. Maaf Bu, Tria tidak bermaksud menghentikan mimpi. Tria tetap ingin menimbah ilmu sebanyak-banyaknya, tapi maaf bu, seiring berjalannya waktu Tria semakin mencintai “sekolah”, Tria menemukan hidup saat Tria dikelilingi oleh anak-anak Bu, oleh murid-murid yang bertanya ini dan itu. Tria merasakan bahagia yang sungguh luar biasa, tria menemukan apa yang selama ini Tria cari. Bu, Tria bahagia menjadi Guru.

Bu, pilihan hidup ini juga adalah pilihan ibuku. Aku memuliakan pilihan ibuku, Bu. Aku yakin ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Maaf ya Bu. Terima kasih banyak atas semua perjuangan, pengorbanan, bimbingan, nasehat, ilmu, cerita, dan semua yang kita lalui..  Bu, keep in touch ya Bu🙂

 

Markas Inspirasi, 24 Mei 2013

“Ini tentang rindu yang tak biasa :)”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s