Karena Hidup itu adalah Pilihan

Biarkanlah aku merdeka dan berjuang dengan caraku sendiri. Ini hidupku. Aku punya Allah, aku yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan aku. Aku juga memiliki orangtua yang dengan tulus menyayangiku dan mengharapkan yang terbaik untukku. Tidak akan aku kecewakan ayah dan ibuku. Tidak akan.

Ok, kali ini, aku menyederhanakan mimpiku. Aku menilik proposal hidup yang telah aku buat. Aku baca lagi berulang-ulang tujuan hidupku. Ya, aku ingin menjadi sebaik-baik manusia. Ingin kupersembahkan untuk Allah saja. Detail sekali disitu aku tulis aku ingin jadi apa. Ya, aku menyederhanakan mimpiku. Aku kembali pada makna bahagia versiku.

Bahagia itu bukanlah saat kita memiliki banyak harta, bukan saat kita memiliki jabatan yang tinggi, bukan saat kita terkenal dimana-mana, bukan. Tapi, bahagia itu adalah seberapa tenangnya hati. Kapan hatimu tenang? Saat Allah selalu jadi yang pertama dalam prioritas hidupmu, saat kamu memiliki waktu khusus untuk berdua dengan Allah, saat kamu mengkhususkan waktu untuk bermuhasabah, menghafal, dan semua yang dapat meningkatkan keimananmu, saat kamu bisa membuat orang lain bahagia, saat kamu bisa membuat ayah dan ibumu tersenyum, saat kamu bisa mempersembahkan baktimu dalam arti yang sesungguhnya pada ayah dan ibumu, saat hidupmu bermanfaat, saat kamu menemukan seseorang untuk berjuang bersamamu menatap masa depan, saat kamu bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan untuk hidupmu dan untuk orang lain, saat kamu bisa berbagi, saat kamu bisa memiliki sesuatu yang tak bisa diukur dengan uang.

Coba tilik semua itu..  Adakah yang memberatkan? Menurutku tidak ada.

Bismillah. Detik ini. Tanggal 12 Maret 2013, pukul 20:43, dengan istikharah dan pertimbangan orangtua, serta memikirkan manfaat dan mudharatnya. Aku bulat memutuskan suatu yang akan jadi awal perjuangan. Bismillah. InsyaAllah tidak ada bingung-bingung lagi. InsyaAllah.

Hidup itu pilihan. Dan hidup itu perlu sebuah ketegasan.

 

Markas Inspirasi, 12 Maret 2013

“Ini hanyalah salah satu bagian dari proses panjang yang diatur oleh Allah agar aku dewasa.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Karena Hidup itu adalah Pilihan

  1. tryayuokta berkata:

    semoga akupun begitu kawan.
    saling mendo’akan y 🙂

    baca buku perfect muslimah hal.130.

    • mutiarakeluarga berkata:

      Aamiin.. Ya, skrng sedang buka bukunya, hal 130. kisah nenek yg istimewa.. Subhanallah..

      Jazakillah sudah mengingatkan. Jazakillah juga untuk pembicaraan sore tadi. Ternyata aku hanya butuh didengarkan, lalu dibiarkan menangis, lalu dikuatkan. Terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s