Aku ditemukan #Edisi_Martabak :D

Puji syukur kepada Allah yang selalu saja memberikan kasih sayang dan perlindungan kepadaku. Dimanapun aku berada, selalu saja aku dipertemukan dengan orang-orang yang begitu menyayangiku dengan tulus. Guru, sahabat, teman, dan para orang tua. Para orang tua? Ya, ini point penting yang harus aku garis bawahi. PARA ORANG TUA.

Sejak dulu, hingga sekarang. Entah ini namanya kebetulan atau tidak, aku selalu dipertemukan, ah lebih tepatnya aku DITEMUKAN oleh para orang tua itu. Maksudku begini, entah itu di dalam masyarakat, di sekolah, di universitas, di tempat ngaji, di tempat kerja, dimanapun, aku dipertemukan dengan sepasang suami istri yang memberikan perhatian lebih kepadaku. Dan terang saja, aku menganggap mereka layaknya ibu dan ayahku sendiri, dan akupun merasa diperlakukan dan disayangi layaknya anak sendiri oleh para orangtua yang baik itu. Ya, aku melakukan hal dengan sikap sewajarnya menurutku, entah apa yang membuat berbeda. Terima kasih Allah. Berdasarkan analisisku, ini pasti karena ayah dan ibuku selalu menyayangi semua orang dengan tulus, menyayangi anak didiknya dengan kasih luar biasa, menyayangi tetangga dengan tiada beda, menyayangi teman-temanku layaknya anak sendiri, menyayangi anak kecil, orang tua, dan iba dengan orang-orang di jalan. Semuanya. Lalu Allah membalas kebaikan mereka dengan cara “aku (yang notabene adalah anak kandung mereka) disayangi oleh banyak orang”. Ya, aku yakin betul itu.

Hm, seperti malam ini, ini untuk kedua kalinya aku dibelikan martabak oleh ibuk dan bapak yang ada di sebelah kosanku. Mereka baru pindah kesini sekitar 1 minggu dan kemungkinan ngekos hanya 1 bulan saja karena hanya ingin mengurus sesuatu saja.

Baru mengenalku, ibuk dan bapak ini selalu memanggilku “Iya”, padahal jelas-jelas aku memperkenalkan diriku “‘Tria” berkali-kali. But, aku senang dipanggil Iya. Actually itu namaku, nama di rumah, dan aku suka🙂

“Iya, nih martabak untuk kamu”, ujar si Bapak saat pulang dari makan di luar bersama istrinya.

*Waah terima kasih Pak Buk, besok lagi ya..hihii*

Lalu sang Bapak dan Ibuk ini menceritakan anaknya nun jauh disana dan dengan berkali-kali menyebutkan bahwa anaknya adalah laki-laki. Omaigaad, aku merasakan hal yang tidak enak. Jangan-jangan Bapak dan Ibuk ini berniat menjodohkan anaknya dengankuu.. Tidaaak..

*Hush, apa-apaan ini Tria? Geje -_-”

Okelah, abaikan..

Hm, terlepas dari Ibuk dan Bapak sang pemberi martabak itu, selama ini aku selalu saja ditemukan oleh “para orang tua” yang begitu sayang. Walaupun tidak ada yang dapat menandingi kasih sayang ayah dan ibu kandungku. Besar, luas, dalam. Terima kasih Ya Allah ^_^

 

Ayah, Ibu, terima kasih karena sudah mendidikku. Aku akan selalu jadi anak manis dimanapun aku berada.

Janji ^_^

 

 

Markas Inspirasi, 4 Maret 2013

“Pernahkah kamu dibuatkan segelas susu khusus untuk sarapanmu oleh Dosen pembimbingmu? Aku pernah :D”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aku ditemukan #Edisi_Martabak :D

  1. irkham berkata:

    hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s