Aku tahu bunda

Aku tahu bunda masih setia menungguku di sana, aku tahu bunda.

Aku tahu bunda selalu mendoakanku di sana, aku tahu bunda.

Aku tahu bunda merindukanku lalu mencoba untuk menyimpan rindu itu agar terlihat kuat di depanku, aku tahu bunda.

Bunda, binar matamu menyiratkan kerinduan yang mendalam, aku tahu itu. Bukankah diantara kita ada ikatan bathin yang amat sangat kuat? Sehingga pastilah aku juga merasakan apa yang engkau rasakan.

Bunda, wajahmu membayangiku, aku rindu bunda, aku yakin engkau juga sedang rindu.

Bunda, jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja.

Jangan khawatir, aku tetap putri kecilmu yang polos.

Hm, apakah bunda merasakan ada yang berubah padaku? Oh iya bunda, ada yang berubah padaku, aku setiap hari belajar tentang makna “dewasa”.

Setiap hari aku belajar makna kehidupan. Oh ternyata kehidupan ini banyak sekali pembelajarannya Bunda.

Oh aku belajar dengan semua orang yang ada disekelilingku Bunda.

Bunda, jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja.

Tenanglah Bunda.

 

Markas Inspirasi, 18 Februari 2013

“Jujur, aku sungguh lebih rindu. Sudah lama aku menahan rindu ini Bunda, ingin sekali rasanya sebulan penuh berada di rumah lalu bersamamu, duduk dan bercerita banyak hal sambil memandangi bulan dari teras rumah. Aku rindu.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s