Senyap

Bermula dari impian, lalu ditemukan, lalu berjuang. Bahkan saat kuncir wisuda itu belum dipindahkan ke kanan. Allah. Ya, mengadukan semuanya kepada Allah. Lalu, memohon restu ayah dan ibu, meminta pendapat kakak. And finally, keputusan itu didapatkan. Aku direlakan berjuang. Berat. Berat memang. Pernah terbersit untuk pulang saja, tapi kembali lagi diingatkan oleh diri. Mendengarkan fatwah hati. Ya, ini belum apa-apa.

Allah, terima kasih untuk semua tempaan yang Engkau beri Ya Rabb. Menjalani september, oktober, november, desember, januari, februari, ah ternyata hampir 6 bulan. Banyak kisah yang telah tertoreh. Banyak pembelajaran dan makna hidup. Banyak orang-orang yang ditemui. Banyak keajaiban yang dirasakan. Banyak do’a yang dikabulkan. Banyak senyum, tawa, pun airmata. Banyak kerinduan. Rabb, hanya kepadaMu hamba menggantungkan hidup. Engkau tahu mana yang terbaik untukku Ya Rabb. Allah, kuatkan pundakku. Semoga aku bisa menjadi sebaik-baiknya manusia. Mohon syurga Ya Rabb, please Ya Allah. Aamiin.

 

Markas Inspirasi, 3 Februari 2013

“Bahagia itu sederhana. Saat kamu bisa mensyukuri semua yang terjadi dan yang ada padamu, maka kamu akan bahagia. Itu saja. :)”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s