Apa?

Speechless..

Memiliki banyak kenangan ternyata menjadikan diri rentan galau. Ya, masa kecil, masa sekolah, masa kuliah, dan semuanya. Ah, merindukan teman-teman semuanya. Banyak yang datang, namun banyak pula yang pergi, lalu berganti, lalu pergi, lalu datang, lalu pergi, lalu bertemu, lalu berpisah.

Sungguh, berat sekali saat harus menjalani fase hidup bernama perpisahan.  Allah, kuatkan hatiku.

Teman-teman, dimanapun kalian berada. Aku hanya ingin bilang bahwa aku rindu. Terima kasih karena telah mengajarkan banyak hal padaku. Terima kasih. Allah, terima kasih atas semua nikmat yang Engkau beri Ya Rabb. Terima kasih telah mempertemukan aku dengan mereka. Rabb, kasihi mereka Ya Rabb.

Teman-teman, kalian dimana? Aku rindu. Adakah kalian rindu? Aku rindu dengan semua kenangan tentang kita. Tentang tawa yang memecah kesunyian, tentang tangis dalam perjuangan, tentang rasa. Ah tentang semuanya. Terima kasih karena telah menjadi teman-teman terbaik untukku.Terima kasih karena sering mengingatkan aku, menasehati, memotivasi, menguatkan, menghibur, mendengarkan, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk semua kenangan yang pernah kita ukir, terima kasih untuk senyum kalian, terima kasih untuk cinta yang kalian alirkan.

Teman-teman, sungguh aku rindu. Teman-teman, ingin sekali aku mengulang waktu, atau memutar waktu sebentar saja untuk merasakan berada pada masa itu lagi. Melihati foto-foto kalian atau mengingat cerita tentang kalian adalah hal yang sungguh menyakitkan kini. Aku tambah rindu. Aku ingin kembali ke masa itu. Ah, ternyata benar ya bahwa pertemuan itu hanya sebentar saja, perpisahanlah yang lama. Kita mungkin bisa bertemu dan bersama selama 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun. Tapi, kita dipisahkan dengan tingkatan yang bernama “selesai”, “tamat’, atau “wisuda”. Lalu terjadilah perpisahan itu. Lalu kita berpencar. Lama, sungguh sangat lama. Bahkan mungkin ada diantara kita yang tidak akan pernah bertemu lagi sampai kita tua, atau sampai kita meninggal mungkin. Aku tak sanggup membayangkannya. Ah Ya Allah, pertemukan kami lagi Ya Rabb. Walaupun tidak akan kami temui lagi pertemuan dengan keadaan duduk di kelas, atau berdiskusi di kosan, atau syuro’ di sekret, mushollah, atau bercanda di kampus, dan semuanya. Semua tidak akan lagi sama. Allah, aku rindu. Sungguh Ya Allah.

Teman-teman, aku tahu. Kita sekarang sudah menjadi dewasa. Memang sudah seharusnya kita pergi untuk menebar manfaat, untuk menjadi seseorang seperti apa yang kita impikan, untuk menyebar dakwah dimana saja, untuk menjadi pribadi yang berguna untuk orang lain, menjadi anak yang meringankan beban orang tua, atau menjadi seorang kakak yang memberikan teladan kongkrit pada adik-adiknya, atau menjadi warga yang menghidupkan masyarakatnya. Aku sudah paham betul tentang itu. Tapi salahkah jika aku merindu? Aku rindu. Sungguh. Kalian dimana? Please, jawab aku. Kalian dimana? Mungkinkah kita masih bisa bertemu dan bersama lagi? Please, jawab aku. Kalian apa kabar? Sehat kan?

Adakah kalian rindu? Apa cerita hari ini? Apa cerita selama kita berpisah ini? Please ceritakan padaku, aku ingin tahu. Ah, aku yakin kalian semakin menjadi pribadi yang selalu bertambah baik setiap harinya. Allah, jaga mereka Ya Rabb. Sayangi mereka Ya Rabb. Pertemukan kami lagi Ya Rabb. Please Ya Allah, aku mohon.

Aamiin.

 

Markas Inspirasi, 30 Januari 2013

“Mengirim rabithah dibersamai oleh bayangan dan kenangan tentang kalian, diiringi hujan di sudut mata. Deras. Deras sekali.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Apa?

  1. ismiyuliana berkata:

    belajar menjadi guru,
    yang memang harus digugu dan ditiru🙂

    sungguh, betapapun kata rindu meluncur dari lisanku
    hatiku memang merasakan lebih dari itu
    terima kasih untuk kenangan indah mengisi hari2ku, sebuah pelajaran berharga untuk bekalku🙂

  2. DPratiwiiest berkata:

    apa? apa? apa?
    ah, sesak ini. banyak yang ingin kuceritakan, sungguh. teramat banyak malah, tetapi aku yakin tak kan mampu terkatakan semuanya ketika jumpa. aku tak ingin bercerita, aku tak ingin berceloteh. aku hanya ingin menatap wajah kalian satu persatu, melihat tawa dan geliat lucu kalian. ah kalian, apa ini?
    *hiks😥

    • mutiarakeluarga berkata:

      Apa ini? perasaan apa ini? kejadian macam apa ini? Ah tak menyangka sudah sampai pada fase ini.. Rinduku kian membuncah setiap harinya..
      Merindui memandang wajahmu juga uni.. Kapan bertemu? Ah jarak dan waktu. Rindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s