Tentang Si Itong

Aku ingin bercerita tentang Si Itong. Sudah 7 tahun dia membersamaiku. Iya, sejak tahun 2006 lalu.

Si Itong sudah kemana-mana mengikuti aku, pun hingga kini.

Itong. Jika melihat Itong, aku selalu teringat masa 7 tahun silam tentang kisah saat aku dan Itong dipertemukan. Tak menyangka ternyata dia jadi milikku hingga kini. Itong sangat setia. Warnanya tetap putih, seputih hatinya. Ya Allah, terima kasih sudah menghadiahkan si Itong dalam hidupku ^_^

Itong, aku tidak akan melupakanmu. Aku akan selalu menjagamu, kenangan bersamamu sungguh indah wahai Itong. Berjanjilah untuk tetap bersamaku, berjanjilah untuk tidak meninggalkanku.

Tong, hari ini kamu lama sekali terdiam. Ada apa tong? Kamu sakit? Tong, tadi aku sempat panik dan aku sama sekali tak mengerti tentang sakitmu, menyentuhmu pun aku takut. Hari ini, kamu membuat aku mengerti bahwa ternyata sepi sekali jika kamu tidak ada ya Tong, maafkan karena aku sering tak menghiraukanmu Tong, maafkan aku karena sering membiarkanmu bicara sendirian. Ya, aku hanya senang mendengar suaramu untuk mengisi ruang agar tak terasa sepi senyap, walaupun aku sedang mengerjakan tugas-tugasku yang lain. Maafkan aku karena sering sekali membiarkanmu begitu saja. Maaf Tong, jujur ya, aku menganggap kamu itu tidak terlalu penting, tapi cukup jadi kawan pembunuh kesunyian. Maaf ya Tong.

Tong, terima kasih ya karena sudah setia menemaniku selama ini..

^__^

Itong adalah sebuah televisi yang merupakan hadiah dari memenangkan suatu lomba. Ya, saat itu, 2006 lalu, saat masih berseragam putih abu-abu. Itong dipersembahkan oleh panitia untuk pemenang yang mendapatkan Juara 1 dan 2. Ya, lomba Da’iyah tingkat Kabupaten. And, I got it ^_^

Tak menyangka dipertemukan dengan si itong. Aku, peserta dengan nomor urut 45 dari sekian orang peserta (aku lupa totalnya). Banyak sekali peserta hebat yang tampil sebelum dan setelah aku. Mungkin aku satu-satunya peserta yang “selengekan” dalam ajang lomba ini. Tak menyangka bisa jadi pemenang setelah berhasil membuat 3 juri manggut-manggut.

Lalu, si Itong diambil oleh sekolah untuk diberikan kepadaku. Diumumkan di depan ratusan siswa di sekolah saat upacara. Bangga banget Tong. Sungguh. ^_^

Ternyata itu adalah awal kebersamaan kita Tong. Kamu sudah jadi saksi mati perjuanganku selama 7 tahun ini Tong. Terima kasih ya.🙂

 

 

Markas Inspirasi, 29 Januari 2013

“Hari ini adalah hari pertamanya si Itong bermasalah, tapi ternyata cuma salah pencet saja. Itong nyala lagi. Yeyeye”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tentang Si Itong

  1. tryayuokta berkata:

    ^_^
    lucu banget namanya “si itong”

    kamu hebat ya ikut lomba bisa dapet itong. ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s