Untuk Kalian

Pagi-pagi begini. Ini senin kan ya? Biasanya aku meneriakkan “Yeeeaaah, I like monday!”. Tapi pagi ini entah kenapa mendadak mellow setelah terdengar nasyid “untukmu teman” dari “Brothers”. Setiap liriknya, ini untuk kalian.

Brothers -Untukmu Teman

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkanku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janji-Nya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasih-Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gelita hadirlah cahaya

 

Teruntuk kalian, semua yang pernah ada dalam hidup. Terima kasih untuk semua yang telah kita lewati bersama, susah, senang, sedih, tawa, tangis. Semuanya. Dimanapun kalian berada, aku tak akan lupa. Aku akan selalu rindu. Ternyata benar, pertemuan itu hanya sebentar, perpisahanlah yang lama. Aku benci perpisahan. Perpisahan adalah salah satu fase hidup yang menyedihkan, tapi itu pasti terjadi. Tapi, aku berjanji bahwa aku akan selalu berusaha belajar untuk tidak membenci perpisahan, karena aku yakin perpisahan itu adalah salah satu cara Allah untuk menguji kita. Menguji kesabaran kita, kesetiaan, kemanisan iman. Lalu Allah beri rasa bernama rindu. Lalu Allah ajarkan cara bernama do’a. Aku akan selalu belajar, walaupun sampai saat ini aku belum bisa. Aku selalu berharap agar kita dapat bertemu lagi, walaupun aku tahu bahwa keadaannya tak akan sama lagi. Tidak akan pernah sama. Aku selalu berharap agar kita dapat berkumpul, walaupun aku harus sadar bahwa setelah pertemuan itu akan ada perpisahan lagi, yang mungkin akan lebih menyakitkan karena aku harus menata hati lagi. Membiasakan hati lagi.

Kalian. Semua yang pernah ada dalam hidup. Ingin sekali rasanya ku putar waktu lalu merasakan lagi indahnya bersama kalian. Tapi, lagi-lagi aku harus sadar, hidup kita terus berjalan. Kalian, adakah kalian rindu?

Kalian. Semua yang pernah ada dalam hidup. Aku rindu.

 

Markas Inspirasi, 14 Januari 2013

“Allah, sampaikan rinduku Ya Allah, please Ya Allah.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s