Kodok-kodok-kodok

Apa perbedaan kodok dan katak? #Thinking

Hm, kodok bisa jadi pangeran, sedangkan katak ga bisa! Ya, betul kan ya? Ah pasti betul #SenyumSinis

Pernah dengar cerita tentang katak yang sedang lomba memanjat? Hm, pasti cerita itu terjadi saat si katak ikut lomba 17 agustusan *Mikir Keras

Ceritanya begini. Gimana? Lupa aku ah. Kira-kira begini. Check it out! *Cak_iyaiya

Ada katak  ikut lomba memanjat yang diadakan oleh dunia per-katak-an.. Saat perlombaan itu berlangsung dengan seru, banyak sekali katak-katak berjatuhan dan bahkan mundur atau turun secara teratur. Mereka menyerah. Tapi, ada satu katak yang terus saja naik, naik. Dia panjat, panjat, panjat, panjat terus hingga pada puncaknya. Dan akhirnya dia adalah pemenangnya. Katak-katak yang lainnya heran dan terkagum-kagum dengan katak yang menjadi pemenangnya ini. Para katakers yang mundur dan menyerah itu menyesali atas keputusan mereka, dan mereka merasa tertipu karena mereka mendengar bahwa ada yang bilang bahwa di atas sana ada bahaya yang bisa mengancam keselamatan mereka. Para katakers yang juga merupakan galauers ini heran kenapa sang pemenang ini bisa dengan beraninya terus naik ke puncak. Dan semua tercengang saat mengetahui bahwa ternyata sang katak yang menang ini adalah seekor katak tuli. Dia tidak bisa mendengar apa-apa yang dibicarakan oleh katakers yang lain tentang bahaya-bahaya yang digosipkan itu, sehingga dia hanya fokus pada tujuannya. Tujuannya hanya satu yaitu dia harus sampai ke puncak. Itu saja.

 

Hm, kira-kira begitu, agak-agak lupa aku ceritanya ini.

Ok, bisa diambil ibrohnya kan ya? Intinya lagi-lagi, pantang mundur sebelum mencoba. Apa-apa ketakutan yang dibicarakan orang lain itu belum tentu benar. Fokus saja pada tujuanmu. Jangan takut duluan hanya gara-gara kata orang begini dan begitu. Setiap orang itu berbeda, pun ceritanya berbeda-beda. Jika itu terjadi pada mereka, mungkin tidak padamu. Serahkan saja ke Allah. Senangkan saja Allah, lalu nantikan hadiah dariNya. Tersenyumlah. Semangat.🙂

 

Markas Inspirasi, 22 Desember 2012

“Aku bukan kodok”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kodok-kodok-kodok

  1. Di balik kekurangan itu ada untungnya juga ya???
    @garammanis

    • mutiarakeluarga berkata:

      Hm, bisa juga begitu jo. Dengan “tuli”, katak itu jadi tidak bisa mendengarkan ucapan-ucapan dari katak lain yang dapat membuatnya takut dan menyerah, sehingga ia terus saja fokus pada tujuannya. Jadi intinya, kita jangan mendengarkan perkataan orang lain yang dapat menjatuhkan semangat kita dan membuat kita menyerah. Maju terus saja, hadapi tantangan yang ada. Kira-kira begitu Jo. That is my opinion. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s