Ruangan itu mengguncang pertahananku

“Kamu adalah aset!”

Begitu kata seorang Bapak berwibawa itu. Aku tidak tahu persis siapa dia, yang pastinya dia memiliki posisi penting di tempat itu, dan mungkin dia juga sudah mengkapling tanah di syurga. Aamiin. Iya, betapa tidak, yang aku tahu, semua yang ada di tempat itu adalah seorang yang menghujamkan hatinya kepada Allah, benar-benar dekat ke Allah, sangat dekat malah. Aku melihat wajahnya memendarkan cahaya iman, terang sekali. Allah, anugerahkan juga cahaya itu kepadaku Ya Rabb. Masya Allah, benar-benar barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya. Bapak itu, akhirat dihatinya sedangkan dunia digenggamnya. MasyaAllah. Allahuakbar.

“Kamu adalah aset!”

Begitu terngiang di telinga. Bukan karena apa-apa, 3 kata itu diikuti dengan sebuah pesan yang bagaikan disampaikan oleh seorang bapak kepada anaknya. Pertahananku mulai goyah.

“Tapi, jangan berpuas diri ya Nak, ini semua pasti karena do’a kedua orangtuamu. Setiap orangtua selalu menginginkan kebaikan untuk anak-anaknya, jadi jangan pernah kamu lupa untuk terus mengalirkan do’a untuk mereka ya Nak.”

Seketika mendengar kata “orang tua”, pertahananku mulai goyah, aku selalu saja tak kuat menahan airmata. Seketika itu terbayang senyum ibu yang selalu menenangkan jiwa, meneduhkan, menentramkan. Terbayang pula wajah ayah yang selalu membuat tegar, berani. Ayah yang selalu penuh dengan kejutan dibalik “diam”nya. Ah, wajah mereka, dua malaikat dunia itu, aku merindu.

Bapak itu memperhatikanku, sepertinya dia melihat ada bulir bening yang siap jatuh dari sudut mataku. Ia diam sejenak, lalu ia melanjutkan pesannya.

“Kesuksesan atau apapun yang suatu saat nanti bisa kamu capai, hadiahkan itu semua untuk orangtuamu, jadikan dirimu investasi bagi mereka hingga di syurga ya Nak. Jangan lupa do’akan mereka. Jadilah anak kebanggaan orangtuamu. Mereka adalah orang tua luar biasa. Kamu itu hadiah.”

Dan iya, air dari sudut mata itu semakin deras saja. Aku menangis. Ruangan itu benar-benar mengguncang pertahananku.

Terima kasih banyak Pak. InsyaAllah Pak, insya Allah aamiin. Aku akan menjadi anak sholehah kebanggaan orangtuaku, aku akan terus berusaha sekuat tenaga agar aku bisa menjadi kunci syurga bagi orangtuaku, aku akan terus berusaha. Doakan aku Pak. Semoga Allah selalu meridhoi dan menuntut setiap langkahmu juga Pak. Semoga kita bertemu di syurga. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Markas Inspirasi, 18 Desember 2012

“Selalu saja ada cerita mengejutkan setiap hari”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s