Kehidupan Pasca Kampus. Seperti apa?

Menjalani kehidupan pasca kampus, aku benar-benar merasakan bahwa inilah hidup yang nyata. Walaupun hidup yang sebenarnya itu adalah setelah kehidupan di dunia. Iya, akhirat. Namun, untuk ukuran di dunia, hidup pasca kampus adalah masa ketika seseorang masuk ke dalam dunia kerja, dibenturkan dengan realita antara kehidupan, kebutuhan, keinginan, dan kemauan. Masa ketika seseorang dibenturkan dengan ideologi yang ia bawa dari kampus lalu dihadapkan dengan realita yang ada dalam kehidupan masyarakat. Tapi, sebagai seorang anak muda, aku tertantang untuk menjalani kehidupan yang semakin seru ini. Tetap meminta penjagaan dari Allah agar Allah memberikan kekuatan iman, hati, dan kekuatan pundak dalam menghadapi semua masalah yang menghadang. Meminta Allah agar ditempatkan pada lingkungan yang membuat hatiku semakin dekat ke Allah, minta dipertemukan dengan saudara-saudara yang bisa saling mengingatkan.

Sejak terhitung tanggal 27 September 2012, aku resmi menjadi seorang fresh graduate, menyandang gelar sarjana pendidikan, dan memikul beban itu ternyata tidak mudah. Ke-professional-an ku diuji. Tidak hanya dari segi bidang studi yang aku geluti, tapi juga dari pemikiran, sikap, kemandirian, dan lain-lain. Mungkin orang-orang di sekitar kelihatannya tidak terlalu menuntut itu, tapi hati yang berbicara dan mendobrak semua intuisi, menghujamkan ke hati bahwa  aku harus mandiri, aku harus bisa, aku harus buktikan bahwa aku pantas menyandang gelar sebagai sarjana pendidikan. Masalah keuangan pun, aku berusaha mandiri, hingga alhamdulillah aku bisa membiayai uang kos dan kehidupanku tiap bulan. Insya Allah. Walaupun ibu dan ayah masih saja memberi uang, menitipkannya kepada kakak untuk diberikan kepadaku, atau pulsa yang selalu saja diisi oleh ayah. Huh, sepertinya mereka belum mau melepas aku, atau mungkin mereka mengkhawatirkanku. Iya, wajar saja.  Mungkin mereka belum percaya bahwa bungsu mereka yang manja ini bisa mandiri dan hidup keras dengan merelakan hati bahwa “aku sekarang sedang belajar ilmu kehidupan”.

Pasca kampus adalah masa ketika kita berada pada lingkungan orang yang berbeda pemikiran, berbeda sikap, berbeda kebiasaan. Tapi, alhamdulillah, dengan bekal organisasi di kampus, membuat aku sudah terbiasa dengan situasi seperti ini., sudah terbiasa berhadapan dengan orang-orang yang berbeda pendapat, sudah terbiasa bertemu dengan masalah-masalah yang harus siap untuk ditemukan solusinya. Alhamdulillah, ini karena Allah begitu sayang.

Kehidupan Pasca Kampus adalah saat ketika aku menuliskan sejarah dalam hidupku, merangkai cerita indah penuh perjuangan, mengukir mimpi. Pasca kampus adalah masa ketika aku menyadari bahwa sungguh ternyata mendapatkan penghasilan itu tidaklah mudah. Kehidupan pasca kampus membuat aku tersadar bahwa sungguh perjuangan orang tua untuk menyekolahkanku sungguh besar. Kehidupan pasca kampus merubah semua sikap ego menjadi sikap yang lebih legowo. Tersenyum dalam setiap skenario Allah yang dilalui setiap harinya. Kehidupan pasca kampus membuat aku semakin dekat dengan Allah, semakin berpasrah kepada Allah. Allah, aku hanya memiliki Engkau, jagalah aku Ya Rabb, lindungi aku Ya Rabb, limpahkan rejeki Ya Rabb, peluk aku Ya Rabb, genggam hatiku Ya Rabb. Alaihi tawakkalna Ya Rabb. Sungguh, aku banyak belajar dari kehidupan pasca kampus.

Sudah sekian kali aku mendengar permintaan ibu agar aku di rumah saja, ibu meminta aku untuk beristirahat beberapa bulan setelah bertahun-tahun berjuang sebagai mahasiswa. Tapi, maaf bu, untuk kesekian kalinya juga aku meminta ibu agar mengizinkanku tetap belajar dengan kehidupan. “Bu, iya masih muda, izinkan iya belajar ilmu kehidupan”. Dan maaf bu, untuk kesekian kalinya juga aku membuat ibu harus merelakanku. Aku tahu itu hanya kekhawatiran ibu saja. Bu, aku akan buktikan bahwa aku sungguh-sungguh. Mohon doakan aku bu.

Kehidupan pasca kampus adalah saat yang kutunggu-tunggu. Iya, saat ketika aku benar-benar memilii kesempatan untuk mentransfer ilmu yang kudapatkan. Saat ketika  aku benar-benar mencurahkan hidupku untuk menebar manfaat dimana-mana. Pasca kampus adalah saat untuk menguji apakah aku berguna untuk orang lain. Pasca kampus adalah saat untuk menguji apakah imanku benar-benar kuat. Pasca kampus adalah saat ketika aku harus tetap menjaga hafalanku, harus tetap menjaga bacaanku, menjaga apa yang kudengarkan, menjaga apa yang aku lihat, untuk aku pertanggungjawabkan. Pasca kampus telah mengajarkanku tentang banyak hal. ^_^

 

Jika ditanya apakah aku bahagia menjalani kehidupan pasca kampus?

Dengan bismillah, dengan semangat yang luar biasa bergemuruh dalam dada, aku katakan “Iya, aku sangat bahagia”.

 

Salam Semangat anak muda!

 

 

Markas Inspirasi, 5 Desember 2012

“Mengais hikmah dalam setiap cerita kehidupan”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

7 Balasan ke Kehidupan Pasca Kampus. Seperti apa?

  1. alipdp berkata:

    boleh lah nih share masalah PK🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s