Aku, Indonesia!

Setelah beberapa bulan meninggalkan Indralaya, kemarin aku menginjakkan kakiku lagi ke sana. Ke tanah perjuangan itu. Ah, jangan pinta aku untuk mendeskripsikan bagaimana Indralaya karena aku tidak akan mampu. Indralaya memiliki milyaran kenangan. Di Indralaya, aku belajar banyak hal. Aku selalu merindukan bau tanahnya. Aroma perjuangan. Aroma kesederhanaan. Aku menyebutnya “kota santri”. Indralaya itu istimewa. Indralaya selalu membuat rindu dan semangatku bergemuruh. Indralaya meneduhkan. Indralaya itu terang, ada cahaya. Hm, tapi Ummi pernah bilang, “Jadilah cahaya. Karena jika kamu menjadi cahaya, kamu tidak akan takut kemana saja kamu pergi, sekalipun itu dalam kegelapan. Kamu akan tetap terang, dan bahkan menerangi yang lainnya.”
Iya, jadilah cahaya, lalu terbanglah. Tebarkan cahayamu, terangi yang lain. ^_^

Hm, tapi sungguh, dalam tulisan ini aku bukan ingin membicarakan tentang Indralaya. Bukan. Bukan itu yang akan kubahas. Huh, aku selalu saja begini, judul selalu tak sama dengan isi. Seketika jika sudah mengklik menu “new post”, buat judul, lalu nulis ngalur ngidul. Selalu. Huh -_-”

Hm, sebenarnya aku hanya ingin share sebuah gambar yang kudapatkan kemarin di kosan temanku di indralaya. Hohoo.. Aku kaget saja. Ada sebuah benda yang awalnya ku pikir hanya dipajang orang di kantor-kantor pemerintahan, atau di sekolah-sekolah, atau di ruang kerja seorang guru Geografi (mungkin), atau di tempat-tempat formal lainnya. Tapi ternyata benda ini juga terpajang di ruang tamu temanku. Wow! Benda apa itu?

 

Picture apa itu? Iya, peta!

Hm, aku tertegun setelah melihat ini, lalu kami mencari Indonesia dan membicarakan tentang beberapa negara lainnya. Aku jadi tersadar betapa peta memang penting dan harus ada dalam setiap rumah kita. Indonesia, negara yang justru lebih besar dari negara “itu”, dan harusnya lebih kaya. Hm, tapi Indonesia selalu saja dengan “kesederhanaannya”.  Kesederhaan yang terlalu sederhana. Dengan melihat peta, aku juga semakin sadar mengapa negara “itu tu” ingin menguasai Indonesia. Ah, banyak pembahasan setelah membaca peta. Peta. Dengan membaca peta ini, aku bagaikan keliling dunia kemarin. Oke oke, aku akan membeli peta lalu menempelnya di kamar. Okesip.

 

Markas Inspirasi, 5 November 2012

“Si Dora (tokoh kartun) juga selalu membaca peta jika dia hendak ke suatu tempat. Dora aja punya peta, masa’ aku ga? Beli ah.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Aku, Indonesia!

  1. Silvia_Jahzy berkata:

    Aku juga ah, mau beli peta🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s