Road to Meja Hijau #Edisi_NangisDiDekanat [Part 1]

Iya, sebelumnya aku pernah posting tulisan yang judulnya “Road to meja hijau #Edisi_MohonDoanya”. Nah postingan kali ini juga adalah bagian dari kisah perjalananku menuju meja hijau saat itu. Sebelum aku bercerita, aku ingin bertanya adakah diantara kalian yang pernah menangis di Dekanat kampusmu? Ayoo tunjuk tangaaan…Ayoo ngakuuuu…

Huh, baiklah. Aku harus mengaku bahwa aku pernah menangis di dekanat kampusku dua kali. Mau tahu ceritanya? Ah kalian Kepo. Ga mau ah.

Hmm, tapi jika dipikir-pikir, lebih baik kuceritakan saja agar dapat kubaca lagi suatu saat nanti dan menjadi kenangan tersendiri dalam hidup, tapi TIDAK untuk kuceritakan pada anak dan cucuku kelak *tsaaahh (semoga mereka tidak menemukan blogku yang ini saat aku tua nanti. Lucu juga ya, nanti kalau aku sudah jadi nenek, lalu cucuku searching di google dengan keyword “Blog Nenekku, Tria Gustiningsi waktu lagi muda”). Hadeh, Istighfar dipabanyak lai Tria. -_-“

Oke, lanjutkan. Kejadian menangis yang pertama kali adalah:

Aku lupa tanggal berapa, yang pastinya saat itu aku sedang mengurus SK penelitian di Dekanat untuk diteruskan ke Diknas agar aku segera mendapat izin melakukan penelitian di sekolah. Normalnya, pembuatan SK ini selesai dalam waktu 1 minggu. Aku sudah mengatur tanggal sedemikian rupa. Tanggal sekian selesai SK, tanggal sekian penelitian, tanggal sekian sekolah libur, tanggal sekian pos tes, tanggal sekian wawancara siswa, tanggal sekian menganalisis hasil penelitian, dan lain-lain. sudah begitu apik ku atur. Namun, setelah 1 minggu, kutanyakan pada pihak ADM kampus tentang SK penelitianku ini. Selesai, tapi ternyata mereka salah menuliskan tanggal penelitianku, sehingga harus diganti karena Diknas tidak akan terima. Oke, aku diminta untuk meninggalkan berkas itu dan menunggu 1 minggu lagi karena Bapak yang berwenang menandatangani SK itu sedang keluar kota. Oke, aku bersabar. Setelah 1 minggu lagi dengan waktu yang dijanjikan oleh pihak ADM, aku kesana lagi untuk menanyakan SK penelitianku. Ternyata sang bapak yang keluar kota belum pulang. Oke, aku masih mencoba bersabar. Setelah beberapa hari kemudian aku datang lagi. Tidak hanya aku yang memiliki keperluan dengan ADM kampus ini, tapi banyak mahasiswa yang lain, ada yang melegalisir ijazah, dan lain-lain. 4 loket yang disiapkan untuk antrian mahasiswa, penuh. Sang pegawai ADM cukup sibuk. Aku menanyakan lagi tentang apakah sang Bapak sudah pulang dari luar kota dan menandatangani SK penelitian? Para pegawai bilang “sudah”. Aku menanyakan SK ku. Namun setelah mencari-mencari SK yang dimaksud, para pegawai tak menemukan namaku. Mana? Ga ada. Mereka mencari di komputer. Di soft file pun tidak ada namaku, katanya. Ya Allah, sudah 3 minggu loh pak saya menunggu SK ini. Pak pegawai ADM ini memanggil temannya yang lain, dan mereka rusuh, namaku benar-benar tidak ada. Mereka membongkar map, membuka lemari surat-surat, tak ada namaku. Aku kesal. Sungguh. Saking kesalnya, akhirnya tak kuasa aku menahan tangis. Airmataku seketika jatuh. Jantungku bergemuruh kesal, tertahan, lalu aku terisak. “pak, sudah 3 minggu SK ku ini, masa’ belum selesai juga? Kok namaku bisa-bisanya ga ada? Itu cuma perbaikan tanggal aja pak. Minggu depan itu siswa libur Pak, kapan lagi aku penelitian coba?”. Aku protes dengan airmata tak tertahan. Persis seperti anak kecil yang protes karena gurunya salah memberi nilai matematika. Aku malu sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Naluri seketika muncul. Kumat. *Kata kakakku, aku cengeng*. Huh, terserahlah.

Melihat seorang mahasiswa semester 8 yang sedang menangis. Para pegawai ADM di kampusku ini rusuh, mereka mengerahkan semua pegawai ADM yang ada di ruangan itu untuk mencari SK ku itu. Lalu, seorang pegawai yang baru datang bertanya padaku, “siapa namamu Dek?”. Dan kujawab “Tria Gustiningsi, pak”.

Pegawai lain tersentak, lalu mengarahkan pandangan mereka kepadaku dengan ekspresi kaget luar biasa. Huh, apa-apaan ini. Mereka hampir serempak berkata “Hah? Tria Gustiningsi? Bukan Neli ya dek? Kami dengar tadi namanya Neli.”

Astaghfirullah wahai para bapaaaaaaaaaaaaaakkkk, namaku Tria Gustiningsi, kapan pula aku ganti nama menjadi Neli. Pantas saja SK ku dari tadi tak ketemu, ternyata kalian mencari SK atas nama Neli. Ohmaigaaaaat..

Lalu, seorang pegawai lagi dari kejauhan menyahut “Neli tu nama mahasiswa yang kuteriakki tadi, Neli itu melegalisir ijazah”.

Astaghfirullah. Sungguh, aku bingung mau ketawa atau malah mau menangis semakin kencang. Ah tidaaaaaakkkk.. sudah habis energiku untuk menangis. Kalian mesti tanggung jawab! Ganti rugiiiiiiiiiii….Tidaaaakk.

Ku tarik nafas dalam-dalam. Asli, aku pengen ketawa. Lucu juga melihat tingkah mereka grasak grusuk membongkar lemari dan arsip untuk mencari SK atas nama Neli. Hhahaaaa..

 

Lalu, pegawai ADM yang kutemui di awal tadi, datang lagi dengan membawa selembar kertas SK Penelitian atas nama Tria Gustiningsi. Sambil tersenyum tidak enak, dia bilang “maaf ya dek, kami kira tadi namanya Neli”.

Aku pasang wajah sok cool. Ga senyum.

Lain kali jangan diulangi lagi ya bapak-bapak.

*Terima kasih sudah buatin SK Penelitiannya*

 

Markas Inspirasi, 9 September 2012

“setiap aku ketemu para pegawai ADM ini di kampus, aku selalu ingat kejadian ini. lalu pengen ketawa dan pengen bilang “My Name is Tria, not Neli”.

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

13 Balasan ke Road to Meja Hijau #Edisi_NangisDiDekanat [Part 1]

  1. ncepp berkata:

    ngebayangi ekspresi mb tria, hmmmm….
    boleh ketawo dak mbak??
    wkwkwkwwkwkk,
    sakit perut ngebayangi ny euy.. ^^v

  2. DPratiwiiest berkata:

    “I’m Tria Gustiningsi, I’m not a terrorist”
    itu……😀

  3. mbk tria anak cengeng, wkwkwkwkwkwkwk

    ha..ha..ha…

    sumpah kasihan banget + sedih banget + tapi gokil banget,

    mbk neli eh mbk tria lagi sibuk apa sekarang?

  4. maaf mbk, gak lagi. gak mau jadi ……. (kalo malin kan batu kalo aku ?)

    mau mbk ikutan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s