Diguguh dan Ditiru

Kemarin, 10 September 2012.Ada seseorang berseragam pegawai negeri, mengendarai motor, memakai helm SNI, memakai jaket kulit warna hitam, berkaca mata, mulut dan hidungnya ditutup dengan kain *untuk menjaga dari debu* (kain apa itu namanya? entahlah, lupa namanya). Wajahnya nyaris tak kelihatan.

Dari kejauhan aku sudah melihat orang ini. Aku berjalan kaki. Setelah semakin dekat berpapasan denganku, motornya semakin pelan. Aku semakin penasaran. Sepertinya aku mengenali orang ini. Sepertinya aku mengenali wajah dibalik kain dan helm ini. Hanya matanya saja yang tampak, itupun memakai kacamata. Tapi bathinku semakin heroik penasaran, aku mengenali mata ini. Pun dengan orang ini, dia mengendarai motornya semakin pelan, melihat ke arahku, semakin lambat. Aku merasakan ada ikatan bathin antara aku dengan orang ini, aku mengenali mata ini. Iya, iya. Dia salah satu orang yang ku cari-cari selama 5 tahun ini. Iya. “Paaaakk“, ku beranikan memanggil orang ini. Aku yakin ini dia.

Dia menghentikan motornya, “Heeii, kamu Nak“.. Orang ini pun terlihat penasaran melihatku. Dia mengenaliku tapi dia lupa. Aku membaca isyarat tubuhnya yang sungguh berusaha keras mengingatku, ekspresi wajahnya mengenaliku akrab tapi dia lupa namaku. “Pak, apa kabar pak?“.

Alhamdulillah sehat, kamu SMA 1 dulu kan ya?“.

“Iya Pak, saya Tria

Iyaaaaaa, kamu Tria, iya iya iya”, sahutnya mengangguk, memorynya kembali.

“Saya FKIP Matematika Pak, meneruskan jejak Bapak nih saya. hehe”, timpalku sok penting. haa

“Iya, bagus Nak”, jawabnya ramah, dia masih saja mengangguk, tersadar.

 

Rindu sekali aku dengan orang ini. Dia masih sama seperti 5 tahun lalu, wajahnya cerdas, bersahaja, ramah.

Iya, benar, dia adalah orang yang selama 5 tahun ini aku cari. Dia adalah guru SMA favoritku. Dia guru matematika, namanya Pak Dadang Daniswara. Sejak aku kelas XI SMA, beliau dipindahkan ke LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), menjadi penatar. Sungguh, beliau adalah guru matematika favoritku. Saat duduk di kelas X dan XI (sebelum Beliau pindah), aku selalu excited mengikuti pelajaran matematika. Pada saat itu sedang diterapkan sistem KBK, dan Pak Dadang adalah guru yang benar-benar perfect menerapkan sistem ini. Student Centre! Guru adalah fasilitator! Ya, aku sampai benar-benar memahami sistem ini. Belajar dengan Pak Dadang membuatku berpacu mengerjakan soal-soal matematika. Beliau hanya mencontohkan 1 soal sulit, selanjutnya kami menyelesaikannya, dan ini sungguh membuat penasaran. Aku mesti bilang “WOW”.

Salah satu ucapan beliau yang selalu kuingat sampai saat ini adalah “Hmm, kondisi semangat siswa di kelas ini sama seperti dulu saya sekolah, sekarang kami jadi orang yang bisa dikatakan berhasil, menjadi apa yang diharapkan banyak orang, dan saya juga yakin siswa-siswa di kelas ini juga begitu, semuanya menjadi orang berhasil nantinya.”

Aamiin Allahumma Aamiin.

Dan ucapan adalah do’a Pak, semoga terkabul. Aamiin ^_^

Hmm, bertemu dengan Beliau dalam hitungan menit kemarin itu adalah sesuatu banget. Bahagianya tak dapat diukir dengan kata. Alhamdulillah ya Allah. Sungguh, sudah lama sekali aku ingin bertemu Beliau, tapi Allah baru mengizinkanku bertemu sekarang dalam kondisi yang tidak disangka-sangka, dan insyaAllah masing-masing kami dalam keadaan yang jauh lebih baik dari 5 tahun lalu.

Terimakasih ya Allah.

Pak, terima kasih telah menginspirasi saya, semoga suatu saat bisa bertemu lagi. ^_^

 

 

Markas Inspirasi, 11 September 2012

“Menjadi guru, sudah seharusnya menjadi seorang yang patut diguguh dan ditiru”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s