Afimasi, Visualisasi, Syukur

Sebenarnya sudah lama ingin menulis ini tapi tertunda karena ada suatu hal. Lalu aku berniat lagi menulis ini karena beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang menelponku, dia menceritakan mimpi-mimpinya namun dia ragu. Lalu semakin kuat lagi niatku menulis ini setelah smsan dengan seorang adik siang tadi, pun tentang keraguannya terhadap mimpi yang ia punya. Hmm, maaf, aku bukan motivator. Tapi izinkanlah aku membagi tips ini untuk siapa saja yang membaca postingan ini supaya kita sama-sama saling mengingatkan. Maaf, ini bukan berarti aku telah berhasil mewujudkan mimpiku. Bukan. Sekali lagi perlu digarisbawahi bahwa aku ingin kita bisa sama-sama saling mengingatkan dan memotivasi.

Ini berbicara tentang mimpi. Kalian punya mimpi kan? Jika belum bermimpi, maka bermimpilah. Mimpi akan membuat hidup kita menjadi lebih hidup. Jika orang bertanya padaku tentang siapa aku, maka aku akan menjawab bahwa aku adalah “seorang pemimpi”. Mungkin kalian berpikir bahwa seorang pemimpi itu hanya berandai-andai saja? TIDAK! Seorang pemimpi itu memiliki usaha yang begitu keras, dan sejatinya ia bukan hanya seorang PEMIMPI tapi  ia juga adalah seorang PEMIMPIN hebat. Minimal, pemimpin untuk dirinya sendiri. Justru, seorang PEMIMPIN yang tidak memiliki mimpi, maka sesungguhnya dia tidak layak menjadi seorang pemimpin. Right? Ya, bagaimana bisa ia memimpin jika ia tidak memiliki tujuan yang ia capai, dan ia tidak memiliki usaha keras untuk mencapai tujuan itu. Karena mimpi identik dengan berusaha dan berdoa dengan sungguh. Benar? Kalian boleh setuju, dan boleh tidak. ^_^

Oke, untuk mencapai sebuah mimpi, kita harus memiliki motivasi. Nah, banyak cara yang kulakukan untuk memotivasi diriku. Salah satu cara yang akan kubagi kepada kalian adalah tips “AFIRMASI, VISUALISASI, dan SYUKUR”. Tips ini kudapatkan dari seorang ukhti yang saat itu menjadi saksi jatuhnya airmataku. Kami benar-benar larut dalam ukhuwah yang indah. Saling menasihati dan menetapi dalam kesabaran. Subhanallah. Jazakillahu khairan ya ukhti.

Kalian tahu dengan istilah AFIRMASI?

Aku akan menjelaskan dengan memberikan contohnya. Aku berikan contoh terhadap apa yang sudah ku alami saja ya. Oke, karena aku adalah seorang pemimpi, sudah pasti jelas aku mempunyai list atau daftar langkah yang harus kulewati untuk mencapai mimpi itu. Nah, salah satunya adalah WISUDA tahun ini. Sungguh, perjalanan skripsiku sangat panjang, banyak lika-liku yang harus kulewati, dan kurasa teman-teman juga seperti itu. Toh inilah perjuangan. Iya kan? Dalam perjuangan ini, aku selalu mencoba mengais hikmah yang diselipkan oleh Allah pada setiap lembar kisah. Tangisan, airmata, keringat, lelah, letih, selalu kucoba untuk ku nikmati saja, karena inilah salah satu bentuk syukur. Allah sudah memberikan nikmat yang luar biasa besar. Pernah terpikir pada saat itu bahwa tidak mungkin aku bisa selesaikan ini segera. Tapi, hati berkata lagi. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki.

Targetku, bulan september tahun ini aku harus wisuda!

Setelah melihat kalender akademik, ternyata wisuda bulan september itu jatuh pada tanggal 27 September 2012.

Lalu, aku melakukan AFIRMASI.

Afirmasi adalah suatu sugesti kepada diri sendiri yang bertujuan untuk menguatkan keyakinan dengan cara repetisi, dengan mengucapkan berulang-ulang kali kalimat-kalimat yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita.

Aku mencari posisi nyaman, berada di kamar, hening, tenang, sejuk. Lalu ku pejamkan mataku, dan kuucapkan dengan yakin “TANGGAL 27 SEPTEMBER 2012 AKU WISUDA, TANGGAL 27 SEPTEMBER 2012 AKU WISUDA, TANGGAL 27 SEPTEMBER 2012 AKU WISUDA”.

Aku melakukan afirmasi ini sungguh pada saat itu skripsiku berada pada kondisi “sulit”. Tapi aku tetap yakin, dan berusaha menenangkan diri dengan afirmasi “tanggal 27 September 2012 aku wisuda”. Kubuat semua sel dalam darah merasakan getarannya, kuucapkan dengan sungguh sehingga alam semestapun bergetar, vibrasinya menusuk kalbu sehingga aku semakin heroik mencapai mimpi ini, darahku mengalir lebih cepat, aku semakin gencar.

Perhatian: Jangan sekali-kali menggunakan kata “AKAN”, karena kata “akan” menandakan bahwa ini masih dalam tahap rencana, dan masih ada kemungkinan berubah. Kuucapkan dan sugesti diri bahwa wisudaku tanggal 27 september 2012 itu benar-benar terjadi. Kusugestikan diri bahwa aku benar-benar menjadi salah satu orang yang diwisuda tanggal 27 september 2012.

Afirmasi. Inilah namanya afirmasi. Ucapkan target itu, dan yakini itu benar-benar terjadi.

Lalu, VISUALISASI.

Setelah menghujamkan dalam hati bahwa tanggal 27 september 2012 itu aku wisuda, ku visualisasikan kondisi yang akan terjadi pada tanggal 27 september 2012. Kubayangkan aku memakai baju toga kebanggaan yang sudah lama dinanti, aku bayangkan wajah sumringah ayah, ibu, dan saudara-saudaraku, kurasakan getar tangan-tangan orang yang kusalami, kurasakan getaran tangan ibu, tangan ayah, tangan kakak, tangan dosen-dosenku, ku bayangkan betapa bahagianya hari itu, semua orang yang ku kenal datang dan mengucapkan selamat, ku bayangkan betapa bahagianya hari itu karena dapat membalas keringat ayah dan ibu dengan sebuah kebanggaan luar biasa, kubayangkan ayah dan ibu memetik hasilnya, menyambut tanganku lembut, kubayangkan ayah dan ibuku menangis haru, kubayangkan aku memeluk ayah dan ibuku, mengatakan bahwa sungguh wisuda ini kupersembahkan untuk kalian duhai ayah dan ibu, hari ini untuk kalian, semua ini untuk kalian, ini jerih payah kalian, ini doa kalian, Allah mengabulkan doa kalian duhai ayah dan ibuku, ini rahmat dari airmata kalian dalam doa panjang, sungguh semua ini untuk kalian. Kubayangkan aku dipanggil maju ke panggung dan Rektor memindahkan kuncir wisuda, lalu menyalamiku. Ku bayangkan aku berjalan dengan sangat bahagia saat itu, berada dalam suatu gedung yang isinya para wisudawan dan wisudawati, dipandangi oleh para orangtua yang berbahagia.”.

Ya, inilah VISUALISASI. Aku meneteskan airmata saat memvisualisasikan ini. Lalu, masih dalam kondisi tenang, aku melanjutkan tahap ketiga, yaitu SYUKUR.

Aku masih memejamkan mataku, dan aku berterima kasih kepada Allah. Saat itu, sambil tersedu aku bilang “Terima kasih ya Allah tanggal 27 September 2012 aku wisuda, terima kasih ya Allah atas semua rahmat yang Engkau berikan sehingga tanggal 27 september 2012 aku TELAH wisuda”.

Ku kondisikan pikiranku bahwa aku benar-benar TELAH wisuda tanggal 27 September  2012, dan berterima kasih kepada Allah atas semua rahmat, dan kasih sayangNya hingga tanggal 27 september 2012 aku wisuda.

Saat tahap ketiga ini, aku benar-benar tersedu. Langsung terbayang semua kenikmatan yang diberikan Allah kepadaku. Terbayang pula semua salah yang telah kulakukan. Sering sekali aku membuat Allah kecewa tapi Allah tak henti-hentinya mencurahkan maaf dan kasih sayangNya. Allah, sungguh. Apa jadinya aku jika hidupku tanpa rahmatMu ya Allah. Terima kasih ya Allah. Pada tahap ini aku mohon ampun atas semua salah. Ku ucapkan bahwa sudah sering sekali aku mengecewakanMu ya Allah tapi tetap saja Engkau izinkan aku bahagia, Engkau izinkan aku wisuda tanggal 27 september 2012.

Lalu, ku buka mataku. Kusadari air mata membasahi pipi, masuk ke relung hati terdalam. Lalu, kutulis di kertas dan kutempel di dinding dengan tulisan:

“TERIMA KASIH YA ALLAH, TANGGAL 27 SEPTEMBER 2012 AKU WISUDA”.

Seketika itu semua sel dalam tubuh ini bekerja dengan sangat gesit, semangatku bergemuruh, otak, hati dan semua anggota tubuh bekerja dengan sangat kompak membantuku untuk mewujudkan targetku itu. Dan, kubiarkan semua alam semesta merasakan getarannya. Orang-orang disekitarku merasakan getarannya. Mereka membantuku, dan alhamdulillah Allah mempermudah urusan. Kutemui dosen pembimbingku setiap hari. Dalam satu hari aku sekaligus bimbingan dengan pembimbing 1 dan pembimbing 2, pulang malam, lalu revisi, begadang, lalu besok pagi bersiap lagi bimbingan, begitu seterusnya.  Dan semua orang kubuat mereka merasakan getarannya. Tukang ojek, mamang angkot, tukang fotokopi, pun dengan gesit bekerja. Mati lampu, lalu dengan kegigihan luar biasa menunggu sambil membaca skripsi. Lalu Allah menggerakkan hati PLN untuk menghidupkan listrik lagi, lalu lanjut lagi, pergi lagi, bimbingan lagi, revisi lagi, lari lagi, jalan lagi. Semua dilakukan dengan semangat yang luar biasa. Sungguh tidak merasakan letih sama sekali. Sel-sel dalam tubuh berkompromi dengan baik. Padahal jam istirahatku sedikit sekali, makanku tak beraturan, tapi tetap sehat. Ini yang namanya rahmat.

Perjuangan dengan sugesti diri benar-benar membawa pengaruh besar. Ucapan adalah doa. Dan iya, alhamdulillah Allah mengabulkan doaku. Aku resmi terdaftar menjadi salah satu orang yang akan diwisuda tanggal 27 september 2012 nanti. Hahaha.

Datang ya, bawa bunga ya ^_^

AKAN, NANTI. Saat itu, kuhilangkan 2 kata ini sementara waktu. Wah dahsyat sekali efek dari AFIRMASI, VISUALISASI, dan SYUKUR ini. Semua karena Allah.

Selamat mencoba ^__^

Pengumuman: Tanggal 26 dan 27 September 2012 silahkan kosongkan agenda. Tanggal 26 september aku yudisium di Fakultas (Pelepasan Alumni FKIP Unsri), tanggal 27 September silahkan datang ke auditorium Unsri, aku wisuda. *penting

 

Boleh Baca tulisan yang pernah ku posting dengan judul “Gagal itu bukan dosa”.

 

Markas Inspirasi, 7 september 2012

“akupun melakukan afirmasi, visualisasi, dan syukur untuk target dan mimpiku yang lain. Nantikan kabar ketercapaianku. InsyaAllah”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

10 Balasan ke Afimasi, Visualisasi, Syukur

  1. Ping balik: Afimasi, Visualisasi, Syukur « Mutiara Keluarga | bijak.net

  2. mantabbbb mb sis.. Alhamdulillah ya, Allah itu SUPER sekali merencankan :’)
    datang juga di yudisium fakultas dan wisudaku tanggal 26 dan 27 september ya.. hihi ^__^

  3. iwaza berkata:

    Ini mungkin yg bikin skripsi kk slow…mangat..hehe Sejauh ini, kykny baru melakukan teknik ini waktu pengen ikut training E-Camp. saking pengennyo. and I got it. *apa yg mjadi minat saya akhir2 ini ?🙂 The Key is “MAU”. (antara MAU, BAKAT, DAN KEMAMPUAN).

  4. iwaza berkata:

    Follow blog jg yeh😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s