Saat Kusaksikan Ijab Qabul itu

13 juli 2012…

Ijab qabul yang berlangsung hikmah itu sungguh menyisakan haru yang begitu dalam. Saat saksi bilang “sah”, itu pertanda sah pula dia menjadi milik orang. Aku begitu menyayanginya. Ku pandangi lekat lekat wajahnya saat ia berpegangan tangan dengan wali nikah dari mempelai wanita, calon mertuanya. Ku pandangi wajahnya, ia tampak gugup. Aku paham, mungkin karena ini hari sakralnya. Dia berjanji bukan dihadapan manusia saja, tapi ini perjanjian antara dia dengan Allah. Disaksikan oleh malaikat, dan pintu arasy terbuka selebar-lebarnya.

Akupun bergetar menyaksikan ijab qabul itu, apalagi dia. Sudah beberapa kali aku menyaksikan orang mengucapkan ijab qabul pernikahan, tapi entah kali ini berbeda. Aku tersenyum, hatiku bergetar saat dia bilang “saya terima nikahnya dengan mas kawin yang tersebut”. Allahu akbar..

Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir”

Kakakku, kini telah menikah. Sudah ada bidadari yang menemani harinya. Sudah ada tanggung jawab baru di pundaknya. Kak, sebelum ijab qabul, aku sungguh tak mau jauh dari kakak karena berat sekali untuk melepas seorang kakak yang sangat aku banggakan. Seorang kakak yang selama ini menjadi pengawalku kemana-mana.  Setelah ijab qabul, ternyata seketika ada rasa kehilangan, dan sungguh semakin menjadi-jdi berkecamuk dalam hatiku.

Kak, kakak belum selesai mengajariku bermain gitar. Setelah sekian lama, aku hanya bisa kunci G. Haha..itu mudah sekali.. Tapi, kakak janji akan tetap mengajariku sampai aku bisa kan?

Kak, kalau nanti aku pulang, kakak masih mau menemaniku membeli nasi goreng kan?

Kak, bagaimana dengan rencana fotographi kita? Aku sudah khatam looh baca bukunya, dan aku semakin paham tentang dunia fotographi..

Kakak.. huuh.. kapan aku punya keponakan?

Kak, jangan tanya aku tentang kapan kakak akan punya adik ipar. Hahaaa

Kakak, dirimu adalah kakak terbaik yang kupunya. Seseorang yang lebih dulu berada di rahim ibu. Kak, aku keren kan? Ayolah, akui sajalah.. aku sudah tahu kok bahwa kakak sangat mengagumiku karena aku keren. Iya kan? Iya kan?

 

 

Selamat menempuh hidup baru kak. Semoga menjadi imam yang baik dalam keluarga. Semoga sakkinah mawaddah warahmah.. Semoga aku segera dapat keponakan. ^_^

 

 

Markas Inspirasi, 13 Agustus 2012

“aku belum bertemu kakak semenjak 14 juli, sudah 30 hari”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s