Ambilkan Bulan

Ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu, yang slalu bersinar di langit..

Ambilkan bulan bu, untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap.

 

Iya, sampai detik ini aku masih mnyukai lagu anak-anak. Mengapa? Karena lagu anak-anak itu nyastra banget, jujur banget, menyentuh banget.. ada “something” saat mendengar anak-anak bernyanyi lalu tiba-tiba menarik nafasnya atau menelan ludahnya. Kebayangkan? Haha. Itu lucu sekali.

Malam ini, playlist lagu yang menemani aku mengerjakan skripsiku adalah lagu anak-anak yang dulu sering aku dengar sejak kecil. Entah, aku juga heran mengapa lagu-lagu ini seperti diciptakan hanya untuk masa kecilku saja. Apakah penciptanya tahu bahwa aku sekarang sudah besar lalu dia tidak menciptakan lagu lagi? Atau permasalahan ada pada produser yang tidak mau mengorbitkan lagu anak-anak lagi dengan alasan karena aku sudah tak pantas lagi mendengar lagu anak-anak? Ah mengapa aku Geer sekali? Iya, mungkin saja, mungkin pencipta lagu dan produser itu adalah teman ayahku. #MikirKeras

Khawatir sekali karena sekarang anak-anak sudah dewasa sebelum waktunya. Anak-anak kecil menyanyikan lagu putus cinta dan bermuram durja padahal mereka sendiri belum tahu bagaimana rasanya putus cinta itu. Miris banget. Merasakan jatuh cinta saja mungkin belum. Paling-paling jatuh cintanya pada tetangga sebelah yang notabene sudah kuliah dan terpaut umur duapuluhantahun. [?]. ah dasar anak-anak. Dan yang membuat aku shock tingkat bidadari adalah ternyata ada lagu I-W-A-K-P-E-Y-E-K yang dinyanyikan oleh anak-anak. Apa bagusnya? O Em Ji. -_-“

Hm, aku jadi berpikir bahwa aku perlu menjaga file lagu anak-anak ini. Khawatir nanti di internet pun tak ditemukan lagu-lagu ini. Lalu, nanti bagaimana dengan anak-anakku?

Ah tidak.

Anak-anakku akan diperdengarkan dengan murotal qur’an agar pendengaran mereka terjaga.. mereka harus mendengar yang baik-baik saja. Dan aku akan membuat sendiri lagu anak-anak yang mendidik karakter mereka. Pendidikan karakter!

Semoga jadi hafidz dan hafidzah Nak. Semoga jadi anak yang sholeh dan sholehah. Aamiin. *kok jadi ngomongin anak? Okelah, ini penting*

 

 

Markas Inspirasi, 24 Juni 2012

“aku serasa kembali ke masa 15 tahun yang lalu”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Ambilkan Bulan

  1. fae berkata:

    anak2 maa…
    lamah bana…
    LOL

  2. alipdp berkata:

    “Hm, aku jadi berpikir bahwa aku perlu menjaga file lagu anak-anak ini. Khawatir nanti di internet pun tak ditemukan lagu-lagu ini. Lalu, nanti bagaimana dengan anak-anakku?”

    >>buseett..jauh bener pemikiran mu nduk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s