Poin Penentu Kemenangan

Kemenangan? Kalian pernah menang? Kalian pernah gagal?

Aku pernah dua-duanya.

Apa yang kalian rasakan saat mengalami kemenangan? Bahagia sekali kan? Subhanallah.

Lalu apa yang kalian rasakan saat mengalami kegagalan? Sedih? Hm, itu manusiawi.

Tapi, seharusnya tetap berbahagia, karena bersyukur bahwa Allah telah memberikan pelajaran kepada kita tentang makna kegagalan itu untuk introspeksi diri kita, untuk evaluasi agar dapat menjadi lebih baik lagi. Yakin, bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Yakin saja bahwa hasil itu sesungguhnya berbanding lurus dengan usaha dan doa kita. Senyuum ^_^

Untuk memperoleh sebuah kemenangan, kita memang perlu berusaha dengan keras. Itu semua adalah sunatullah. Seperti Maryam yang harus menggoyang pohon kurma agar dia dapat memperoleh makanan, Siti Hajar yang harus berlari 7 kali dari sofaa ke marwah agar dapat menemukan air untuk anaknya. Ini adalah sunatullah. Walaupun tanpa mereka melakukan semua itu sesungguhnya Allah dengan mudah saja dapat menolong mereka. Kun fayakun.

Namun ketika kita merasa bekal, usaha, waktu, dan strategi sudah dipersiapkan dengan sangat matang,  tapi terkadang kita masih saja menemui kegagalan.  Lalu, kita harus menyalahkan siapa? Tidak. Tidak ada yang perlu disalahkan. Pernahkah kita berpikir dan bertanya pada diri kita sendiri tentang poin apa yang belum kita lakukan?

Poin itu adalah –mungkin-  kita belum menyerahkan diri kita pada Allah. Iya, kita belum menyerahkan diri kita. Poin itu yang bernama do’a.

Sadarkah kita bahwa do’a dan takdir itu di langit sana sedang menunggu keputusan Allah tentang siapa yang akan dipilih oleh Allah? Do’akah? Atau takdir?

Hadist dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi bersabda:

Barang siapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi  oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi .  dan tidak ada yang menolak takdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah kepada do’a. (HR.Turmudzi dan Hakim )

Subhanallah, Allah dengan segala rahmatNya. Mengapa kita tidak mengadu kepada Allah dalam segala urusan? Padahal Allah telah berfiman,

 “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan.” (QS. Ghafir:60)

 

Subhanallah. Lalu mengapa kita tidak merendahkan diri kepada Allah, padahal Dia telah berfirman,

“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku.”

(QS. Al-Baqarah: 186)

 

Subhanallah. Allah sudah berjanji, dan Allah tidak mungkin mengingkari janjiNya. Allah Ya Rahman Ya Rahim.

Jadi, tunggu apalagi? Mari perbanyak berdoa kepada Allah, serahkan diri kita sepasrah-pasrahnya pada Allah.. selalu libatkan Allah dalam segala yang kita lakukan. Allah sebaik-baik pembimbing.

Allah sebaik-baik penolong. Allah sebaik-baik penentu keputusan.

 

Mari kita menjadi seperti anak kecil di hadapan orangtua. Jika kita menginginkan sesuatu dari kedua orang tua kita lalu kita tidak bisa mendapatkannya, maka kita akan menangis di hadapan keduanya kan? Demikian juga jika kita meminta kepada Allah lalu Allah belum memberikannya kepada kita maka mari kita bersimpuh dan menangis di hadapanNya.

 

Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri dan semoga dapat bermanfaat untuk yang lainnya. Ingatkan aku jika aku salah

 

Markas Inspirasi, 9 juni 2012

“Genggam hati kami Ya Rabb.”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Poin Penentu Kemenangan

  1. oktavianamj19 berkata:

    hampir dah, tulisannya cocok betul untuk yang lg brjuang Tugas Akhir ya..
    :”)

  2. univivi berkata:

    “Genggam hati kami ya Rabb :))”

  3. mutiarakeluarga berkata:

    cieee ukh okta dan ukh try yg lagi ngerjain TA…*sok indak
    semangaaatt yaa… saling mendoakan ukh🙂

    viviii, iyo diak.. semoga Allah menggenggam hati kita. meneguhkan iman kita agar istiqomah di jalanNya, dan disampaikan pada akhir yg baik, dalam keadaan taat kpd Allah yaitu husnulkhotimah. Aamiin Allahumma aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s