:) :D :( :'(

Pagi ini.. subhanallah indah sekali. Rinai hujan menambah keberkahan pagi ini. Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk menghirup udara yang segar pagi ini, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk brnafas, Alhamdulillah Allah masih mengizinkan untukku membuka mata agar melihat senyum mentari.

Subhanallah, indah sekali🙂

Pagi ini. Aku sedang berada pada suatu tempat yang tak perlu aku sebutkan dimana tepatnya. Yang pastinya aku berada pada tempat yang membuatku semakin merindukan rumah. Allah, rindu sekali pada senyum ayah dan ibu.

Pagi ini. Aku berada pada suatu kondisi yang juga tak perlu aku sebutkan bagaimana kondisinya. Tak dapat aku deskripsikan. Yang pastinya aku berada pada suatu kondisi yang membuatku kembali pada masa beberapa saat silam.

Pagi ini, di tempat ini, pada kondisi ini. Aku mendengar seorang adik menangis karena hujan pagi ini sehingga ia tak bisa melakukan aktivitasnya pagi ini, sedangkan kakaknya tak mau mengantarnya pergi. Ibunya membujuk agar ia tetap di rumah saja, hujan nampaknya masih lama. Adik ini menangis.

Ku dengarkan tangisnya, tapi tidak di hadapannya. Aku sedang berada pada suatu tempat. Ku dengarkan keluh dalam tangisnya. Ah, aku benar-benar kembali pada beberapa masa silam. Aku rindu.

Aku seperti melihat diriku dalam dirinya. Aku seperti melihat tangisku dalam tangisnya. Allah, aku rindu sekali. Sudah lama aku tak menangis seperti itu. Iya, dulu aku juga begitu. Sering sekali. Dulu. Hm, Bukan. Bukan dulu. Tapi beberapa waktu lalu. Iya, beberapa waktu lalu, aku lupa kapan aku terakhir menangis seperti itu dihadapan ibu, ayah, dan kakakku.

Aku lupa kapan terakhir kali aku ngambek pada ibu, lalu nangis. Allah, adik ini, pagi ini mengingatkan aku. Mengajak aku kembali pada masa itu. Mengapa? Apakah saat ini tak lagi seperti itu? Aku bingung menjawabnya. Jujur, semenjak kuliah aku memiliki waktu yang sedikit sekali untuk berada di rumah. Jujur, jarak antara rumah dengan tempat kuliahku memang hanya sekitar 1,5 jam, tapi aku jarang pulang. Bukan aku tak rindu. Bukan. Aku rindu sekali, rindu sekali pada wajah teduh ibu, rindu sekali pada nasehat ayah, rindu sekali pada candaan kakak. Aku rindu sekali. Tapi, inilah yang sering aku khawatirkan saat aku masih kecil dulu. Aku bilang bahwa “menjadi dewasa itu rumit”.

Iya.

Jujur, jariku sejenak terhenti mengetik setelah kata “rumit” tadi.

Dulu. Hm, aku tak suka mengatakan kata “dulu”. Saat itu. Iya, saat itu. Aku sering sekali menangis saat aku hendak berangkat mengaji lalu hujan turun, lalu ayah atau kakak tak bisa mengantarku. Aku menangis di depan pintu rumah hingga menunggu hujan reda. Lalu ibu bilang “Mungkin guru ngajinya juga ga datang Nak, ini kan hujan, di rumah gurunya juga pasti hujan, yok masuk rumah aja sayang”.

Dan seketika itu, tangisanku pasti semakin deras. Mungkin tangisku mengalahkan hujan. Atau saat itu aku memang ingin berkompetisi dengan hujan tentang siapa yang jagoan menangis? hahaaa😀

Pagi ini, adik yang berusia SMA ini mengingatkan aku lagi. Ah aku juga sering begitu.

Karena sudah lama tak pulang, aku sudah lama tak ngambek di depan ayah, ibu dan kakak. Dan, kakakku pasti bahagia karena mungkin dia pikir adiknya yang manja ini sudah berubah jadi wonder woman. huhuu.. aku rindu kakak😦

Pagi ini. Allah, indah sekali. Allah, aku rindu sekali.. Aku ingin pulang. Aku ingin menangis di depan Ibu. Aku ingin mengadu pada ayah. Aku ingin bilang pada kakak bahwa sungguh adik bandelnya ini sangat merindukannya. Allah, sampaikan.

 

 

Markas Inspirasi, 24 April 2012

“Di tempat ini, saat ini. Aku menangis. Aku merindu. Benar-benar merindu”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s