Maaf, saya banyak komentar

Jujur, saat nulis ini, saya malu. mengapa ? karena tanpa sadar ternyata beberapa hari ini saya sudah beberapa kali ngepost tulisan.. Saya sudah berniat untuk tidak menuliskannya, karena sebaiknya saya lebih fokuskan pikiran saya kepada pekerjaan lain yang harus saya selesaikan, atau saya harus makan malam terlebih dahulu. Tapi, saya lebih baik menunda makan malam saya daripada menunda menulis. Huh, sudahlah. maaf karena saya banyak komentar.

Ya, tulisan ini terinspirasi saat saya tadi ke kantin untuk membeli makan. Gas elpiji di kost_an saya habis, jadi saya mesti beli makan di luar untuk malam ini.

Hm,, tadi saya mendengar percakapan dua orang antara keponakan dan bibi. Maaf, bukan maksud saya untuk menggosip atau sejenisnya. maaf karena saya banyak komentar, saya hanya ingin berbagi. huh, entah apalah namanya.

Keponakannya perempuan dan bibinya juga (pastinya). Keponakannya mengeluhkan “pacarnya” yang sering marah-marah, saya tak tahu persis apa sebabnya karena sungguh saya tak mau “menguping”, tapi mau bagaimana lagi percakapan mereka terdengar karena jarak antara mereka dan saya tadi sekitar 1 meter. Ya, dia bilang “aku ga tahan lagi bi, dia sering marah-marah”. Dia sambil memencet HP nya, tampaknya mencoba menelpon seseorang, “huh, ga aktif“, keluhnya.

Saya lalu memperhatikan wajah seorang wanita dihadapan saya itu. saya tersenyum.

Lalu bibinya menanggapi keluhannya..

saya segera bergegas, tak ingin lama-lama disitu, saya tak ingin mendengar percakapan lebih lama lagi.

Tapi, sepanjang jalan dari kantin menuju kost_an, saya masih terbayang raut wajah perempuan tadi, dia nampaknya sedih. Kasihan dia. Hm, tega ya seseorang disana marah-marah kepada seorang wanita.

Maaf, saya memang tak tahu persis masalah mereka apa, tapi sebagai sesama wanita saya prihatin. sudah selayaknya wanita dijaga,  selayaknya wanita dilindungi, selayaknya wanita diindahkan, dimuliakan, bukan dimarah-marahi.

Dan lagi, saya mengambil hikmah dari hubungan mereka. Jika hubungan itu statusnya “pacaran”, maka saya berkali-kali lipat prihatin. mengapa ? Ya, karena belum berhak seorang laki-laki itu memperlakukan atau marah-marah kepada seorang wanita yang bukan siapa-siapanya, belum berhak mengaturnya ini dan itu, belum berhak membuat hatinya terluka.

Maaf karena saya banyak komentar. Maaf, saya hanya prihatin.

Wahai pria, jagalah wanita.

Wanita terlalu indah untuk engkau permainkan hatinya, wanita terlalu berharga untuk engkau buat ia menunggu.

Muliakan dia.

Jika benar-benar mencintainya, maka beranilah untuk menghalalkannya atau cintai saja dia dalam diam !!

 

 

 

Markas inspirasi, 7 April 2012

“maaf saya agak terbawa emosi”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

5 Balasan ke Maaf, saya banyak komentar

  1. fae berkata:

    tertarik dg statement ini => “Tapi, saya lebih baik menunda makan malam saya daripada menunda menulis”, bagi saya itu sesuatu yg agak lebay….hahaha
    #kaburrrr…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s