Sudah Khusyu’ kah sholatku ??

Sholat… Sholat pertamakali diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah Salallahualaihi wassalam saat Rasul mengalami peristiwa isra’ miraj.

Sholat adalah amalan wajib bagi semua umat muslim dan amalan yang pertama kali di hisab.

Ya, sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab, dijelaskan dalam sabda Rasulullah Salallahualaihi wassalam bahwa :

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

“Sudah baikkah sholatku ?”, pertanyaan itu selalu menyergapku…

Apakah yakin sholat yang sudah kulakukan akan diterima oleh Allah ?

Sudah khusyu’ kah aku ? sudahkah aku memusatkan perhatian sholatku pada Allah saja ?

Teringat kisah “Delisah”, sang anak kecil yang mempertahankan sholatnya walau Tsunami menerjang tubuh mungilnya itu hanya karena ia ingin mencontoh sikap Rasulullah yang khusyu’ dalam sholat..

Ya, walau kalajengking sedang menggigit punggung sang kekasih Allah, Rasulullah Salallahualaihi wassalam, tapi Rasul tak merasakan sakit sama sekali karena saking larut dalam kekhusyu’annya..

subhanallah.

Sholat bukanlah suatu yang bisa dilakukan dengan sekedarnya atau asal gugur kewajiban saja.. ini perintah Allah.. ini amanah untuk manusia..

Aku salut pada menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib RA, yang berguncang dan pucat wajahnya saat waktu sholat tiba.. saat ditanya oleh sahabat “ada apa dengan dirimu wahai amirul mukminin?” Ia menjawab, “waktu amanah telah datang. Amanah yang disampaikan kepada langit, bumi, dan gunung, lalu mereka tidak sanggup memikulnya, dan aku sanggup”.

Masya Allah, betapa sholat adalah amanah yang harus kita jalankan dengan benar.. Betapa kita harus menyambut seruan Allah ini dengan sepenuh jiwa..

Lalu, saat seruan ini sudah disambut, apakah sholatku sudah khusyu’ ?

Ku tanyakan pada diri.. saat ku gelar sajadah dan berdiri menghadap kiblat, tak jarang terbersit ingatan-ingatan mengenai kegiatan kampus, keluarga, tugas kuliah, dan lain-lain.

Bahkan pernah “ide” muncul saat sedang sholat. Masya Allah. ini salah satu tanda bahwa aku sebenarnya tidak khusyu’. Ya, ini karena “sesuatu” itu masih terpikirkan walau aku sedang sholat, berkelebat di ingatan. #ini kreatif yang tidak pada tempatnya..huhu😦

Ampuni aku ya Allah.

Teringat salah satu urgensi kekhusyu’an sholat bahwa sholat yang khusyu’ adalah cermin seorang hamba di luar sholat. Ya, karena ada ketundukan hati dalam dzikir dan konsentrasi hati untuk ta’at.

Tapi, sedikit mengulang apa yang dulu pernah diceritakan oleh guru ngajiku saat aku kecil dulu #MikirKeras

Ya, di zaman Rasulullah.. Rasulullah pernah didatangi oleh seorang sahabat yang mengadu bahwa dia merasa sulit untuk melaksanakan sholat dengan khusyu’. Lalu Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam berkata bahwa “Tidak ada orang yang dapat khusyu’ shalat dari awal hingga akhir,”

Tiba-tiba Ali bin Abi Thalib berkata, “Ada, ya Rasulullah. Saya bisa melakukannya,”
“Baiklah jika kamu benar-benar bisa shalat dengan khusyu’, aku akan memberikan sorban terbaikku sebagai hadiah,”
Ali pun segera melaksanakan shalat. Namun setelah selesai, ia tampak murung. Rasulullah saw bertanya padanya,”Apakah kamu bisa shalat dengan khusyu’, Ali?”
“Anda benar, ya Rasul. Saya tidak dapat melakukannya. Ketika hendak salam, saya teringat akan janji Rasulullah yang akan memberikan sorban sebagai hadiah. Seketika itu juga saya tidak dapat khusyu’,”
Rasulullah saw mengatakan bahwa khusyu’ itu memang tidak mudah. Namun, ketika pikiran sudah terbawa urusan lain ketika sholat, segera kembalikan kepada sholat kita lagi.

Subhanallah.

Ya Allah, aku takut jika termasuk kedalam golongan orang yang merugi dan celaka. Bimbing hamba Rabb.

Allah berfirman :

“Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya..” [QS.Al-Ma’un(107): 3-4]

aku malu jika tubuh berdiri menghadapNya tapi ternyata pikiran tidak padaNya. aku takut. *masya Allah, nasyidnya sedang “renungan hamba” pula ini😀

“Selalu ku sesali dosa, dan selalu ku ulang kembali,

dan Kau masih memberi kebahagiaan

ku bukan hamba pilihan”

Bimbing hamba ya Rabb..

Markas Inspirasi, 14 Februari 2012

“sudah khusyu’ kah sholatku ?”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s