mengingatmu, membuat aku semakin rindu…..

Ibu..

Jika satu kata itu disebut maka aku akan terbayang sosok seorang wanita yang berhati mulia, berwajah teduh, senyumnya indah, perkataannya lembut, kasih sayangnya luar biasa…

Iya… dia adalah ibuku…

Tak jarang airmataku tanpa sadar menetes jika aku mengingatnya..

Entah, kasihnya begitu luar biasa besar….

Mengingatnya membuat aku ingin berada di dekatnya, bercerita dengannya, mencurahkan semua yang ku rasa… semua tentang kerinduanku, cita-citaku, mimpiku, kuliahku, hidupku..

Ibu dengan setia mendengar celotehanku.. apapun itu..

Keluhanku, kebanggaanku, hal menyenangkan yang aku alami, bahkan hal yang memalukan sekalipun..

Iya, dia tahu semua tentang aku..

Ibu…

Ah membayangkanmu semakin membuat aku rindu bu..

Ibu… sumber inspirasiku..

Aku tak tahu akan jadi apa aku ini jika tanpamu bu..

Dirimu yang menguatkan disaat aku rapuh, menyemangati aku disaat aku terpuruk, menghiburku disaat aku bersedih, menenangkan disaat aku gundah..

Bu, begitu besar kasih yang tlah engkau berikan untukku.

Tak akan mampu aku membalasnya bu…

Bu, banyak teman-temanku yang mengenal aku mengatakan bahwa aku ini adalah orang yang bersemangat..

Iya, aku pantang menyerah…

Itu tanpa ku sadari bu..

Mereka harus tahu bahwa siapa orang yang membentuk karakterku menjadi seperti itu..

Mereka harus tahu wanita hebat yang selalu mendukungku..

Aku teringat masa kecilku yang begitu indah, aku dengan riang bermain, bermain, dan bermain..

Aku bebas berkarya… aku mengikuti lomba-lomba..

Lomba puisi, teater, mengaji, cerdas cermat, olimpiade, pidato, lomba makan kerupuk, dan semua perlombaan yang ada di masa itu…

Saat aku menang, ibu bilang “subhanallah, anak ibu memang hebat ya.. wah ibu bangga padamu sayang”…

Bu, apakah ibu tahu ? bahwa ucapan ibu itu membuat semangatku menggelora..

ibu menghargai dan mengapresiasi perjuanganku…

Aku benar-benar bahagia bu.. dan itu membuat aku termotivasi untuk selalu belajar agar terus menjadi lebih baik…

Pernah lagi saat itu aku kalah saat mengikuti perlombaan, ibu berkata padaku “tidak apa2 sayang, ini kan perlombaan, dalam perlombaan itu pasti ada yang namanya kalah dan menang..ambil hikmahnya…yang penting kamu sudah berani ikut, berani tampil..itu sudah hebat nak….lain kali kan bisa dicoba lagi…”

 

Bu, tahukah engkau ? bahwa hatiku begitu bahagia karena aku benar-benar merasa perjuanganku tidak sia-sia bu….

Semua yang aku lakukan selalu diapresiasi olehmu…

Itu membuat aku termotivasi untuk terus mencoba dan tidak takut gagal…

Saat aku menghadapi masalah yang bagiku besar, ibu bilang “ kamu pasti bisa, Allah itu menguji sesuai dengan kemampuan hambahNya, dan orang yang diuji itu biasanya akan naik kelas nak… jadi kamu pasti bisa mnyelesaikannya nak..percayalah”..

Bu, tahukah engkau ? bahwa ini membuat aku selalu berani menghadapi tantangan..

Aku tidak takut jika aku mengalami kesulitan dalam hidupku.. aku yakin Allah sayang padaku sehingga aku diberi ujian,lalu aku berjuang..

dan itu selalu membuat aku tenang bu…

Hmm, aku tersadar ternyata kini aku bukan anak kecil lagi..

Hampir 21 tahun…

aku sudah besar bu ^_^

Dan aku bisa merasakan manfaat dari semua yang ibu ajarkan padaku…

Perlakuan lembut ibu padaku, nasehat ibu, marahnya ibu.. semuanya..

Membentuk karakterku…

Salah satunya tentang sifatku yang sangat menyukai anak kecil..

Iya, aku menyukai anak kecil, menyayangi anak kecil, dan paling tidak tega jika melihat anak kecil menangis…. aku pasti akan segera melakukan sesuatu..

Hmm, setelah ku pikir.. ini karena ibu juga.. ibu selalu memperlakukan aku dengan istimewa.

Memahami inginku… menolak dengan cara yang baik jika itu menurut ibu “tidak boleh”..

aku diberikan penjelasannya hingga aku mengerti.

Ibu memberikan dengan senyum indah jika sesuatu itu boleh ku dapatkan..tapi tetap memberi nasehat agar aku berhati-hati..

Perkataanmu lembut.. tentram sekali aku mendengarnya…

Tapi, ada satu hal yang membuat teman-temanku biasanya tertawa jika aku melakukannya..

Apa itu ?

Wah ibu pasti tahu…

Teman-teman bilang bahwa aku cengeng bu..

Hmm, aku sangat mudah sekali menangis..

Entah bu, aku juga heran… hatiku mudah sekali tersentuh dan terharu..

Misalnya dijalan aku melihat seorang anak kecil yang memakai baju kumal, atau mengamen..

Atau melihat seorang kakek tua yang berjalan sendirian..

Atau melihat seseorang yang kesusahan..

Atau mendengar cerita sedih..

Aku pasti langsung saja menangis…

Bu, aku bahagia dan bersyukur karena Allah memberiku ibu spertimu..

Engkau adalah malaikat duniaku..

Maafkan aku karena sampai saat ini belum ada yang bisa aku berikan untukmu.. maafkan semua tingkahku yang membuat hatimu terluka..

Sungguh, aku tak mampu membalas semua yang tlah ibu curahkan padaku..

Semua tak sebanding.. dan tak akan pernah sebanding….

Kasih sayang yang tlah engkau berikan sejak aku didalam kandungan, melahirkan aku, menyapihku, mendidik aku….

Sejak aku belum bisa berjalan hingga kini aku bisa berlari… berlari sangat kencang..

Sejak aku belum bisa berbicara, sejak aku belum mengerti tentang senyuman, sejak aku belum tahu tentang semuanyaa…

Iya, sejak aku jadi penghuni baru di dunia ini..

Terimakasih bu..

Aku tahu bahwa sering sekali aku melakukan kesalahan atau menyakiti hatimu, tapi maafmu begitu besar bu… begitu luas..

Subhanallah… mulianya hatimu bu..

Bu, apakah ibu tahu bahwa aku sekarang sedang menangis mencurahkan isi hatiku ini ?

Tahukah ibu ?

Aku sayang padamu bu.. sungguh !!

Hmm, tanpa sadar ternyata aku sudah dewasa sekarang bu..

Dulu aku berpikir bahwa orang dewasa itu pasti punya banyak beban.. memikirkan cita-cita, memikirkan anaknya, memikirkan keluarganya, memikirkan semua tentang hidupnya..

Hmm, aku rasanya ingin kembali ke masa kecilku..

Kembali ke masa disaat aku menangis hanya karena aku terjatuh dari sepedaku, menangis karena kakak tak meminjamkan mainannya padaku..

Iya, menangis karena itu..

Tapi sekarang, terkadang tangisku membuncah karena aku menahan banyak beban dipikiranku.. beban kuliah mungkin, beban hidup yang kupikir memang sudah seharusnya kupikirkan…

Tapi ibu selalu menguatkan aku dan meyakinkan aku bahwa “menjadi dewasa itu indah,sayang”..

 

Hmm, sloganmu yang menyatakan bahwa “mendidik 1 wanita sama saja dengan mendidik satu generasi” membuat aku merasa istimewa bu..

Iya, engkau begitu berhati-hatinya mendidik aku..

Memberi teladan untuk  menjadi wanita yang baik, memberikan contoh menjadi istri yang sholehah, membekali aku untuk menjadi seorang ibu yang hebat..

Terimakasih bu…

Adek sayang ibu..

Ibu adalah malaikat duniaku….

Aku janji akan mempersembahkan semua yang terbaik untuk ibu.. aku janji !!

Markas Inspirasi, 21 Mei 2011

Sedang mengerjakan proposal penelitian dan kolokium, tapi tiba-tiba teringat ibu..

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke mengingatmu, membuat aku semakin rindu…..

  1. tryayuokta berkata:

    ^_^ kunjungan pertama.
    wah2 anak mamak nian,.

    kurang buk,kurang foto ibuny,.

  2. mutiarakeluarga berkata:

    hehehee… syukron sdh brkunjung buk🙂
    wah iyo yo..
    gek tria pasang foto ibu dsini ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s