26 Februari 2011, telah terjadi peristiwa !!

26 Februari 2011, telah menjadi hari bersejarah bagiku…

Betapa tidak, hari ini aku menuliskan sejarah baru dalam hidupku..

Kisah hari ini, Luar biasa.. tak akan terlupakan….

iya, hari ini aku bersama rombongan akan berkunjung ke ulak baru dalam rangka survey untuk memberikan bantuan ke desa tersebut, kami mewakili KM FKIP…Maaf, sama sekali tidak bermaksud pamer, tapi aku hanya ingin berbagi kisah yang sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja.. aku juga ingin membuka mata hati kawan-kawan semua bahwa ternyata banyak sekali orang-orang di luar sana yang sangat membutuhkan uluran tangan kita…

Ulak baru adalah desa yang terletak di perbatasan antara muara enim dan ogan ilir. Desa ini menjadi sengketa..

Sangat miris memang.. desa ini diperebutkan tapi tidak diperhatikan oleh pemerintah..

Jujur, aku baru kali ini mendengar nama desa “ulak baru”…ternyata desa ini sangat terpencil, permasalahannya sangat kompleks, kemiskinan, kesehatan, teknologi semuanya memprihatinkan..

Banyak warganya yang mengidap penyakit, seperti : kusta, tumor, busung lapar, lumpuh layu, dan penyakit lainnya..

Sangat memprihatinkan.. keterbatasan ekonomi menjadi kendala yang sangat utama bagi mereka, sehingga penyakit mereka dibiarkan begitu saja atau tidak ditangani dengan serius..

Masya Allah..

iya, awalnya kami tahu desa ini dari kabar saudara  kami, indah, mahasiswa Fakultas Hukum Unsri..

sebelumnya, indah dan kawan-kawan BEM FKIP sudah pernah satu kali bersilaturahmi kesana, tapi saat itu aku tidak bisa ikut..

dan hari ini, adalah kedua kalinya kawan-kawan BEM FKIP mewakili KM FKIP berkunjung kesana sebagai tindak lanjut dari kunjungan kami yang pertama..

aku sangat bersemangat untuk pergi kesana karena aku benar-benar ingin bertemu dengan masyarakat yang ada disana, melihat kondisi yang terjadi pada mereka..

pagi ini, jam 7.00 WIB dengan semangatnya aku sudah “nangkring” di Trifika, timbangan..

ya, karena kami akan berangkat jam 8.00 WIB.. (wah, semangat sekali aku)..

sehari sebelumnya, saat rapat untuk kunjungan ini, banyak kawan-kawan BEM FKIP yang konfirmasi bahwa mau ikut, tapi ternyata manusia memang hanya bisa berencana, Allah yang menentukan..

iya, pagi ini, kawan-kawan konfirmasi bahwa mereka berhalangan hadir karena sedang sakit, dan ada juga yang punya agenda mendadak sehingga mengharuskan mereka untuk tidak bisa ikut berpetualang seru bersama kami hari ini..

yap, tapi itu tak menyurutkan semangatku sedikit pun…

oh iya, hari ini tidak hanya FKIP yang akan berkunjung ke ulak baru, tapi ada juga saudara kami dari Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran (Prodi Ilmu Keperawatan), dan Fakultas Ilmu Komputer yang akan berangkat bersama kami.

Luar biasa kawan-kawan \(^_^)/

Hmm, setelah menunggu, aku bersama rombongan berangkat pukul 08.30 WIB.

Ada 14 orang yang berangkat. 7 orang putra dan 7 orang putri..

Kami mencharter angkot untuk menuju kesana, tapi ada juga kawan yang membawa motor.

Jadi,8 orang naik angkot, 6 orang lagi menggunakan motor..

Perjalanan menuju kesana seruu..sangat seru malah..

Gelak tawa dan ukhuwah ini sangat indah..

Pukul 10.00 WIB kami sampai di pulau kabal, dusun 1.Kami mampir ke rumah mas Tyas, dia adalah seseorang yang memiliki jiwa social tinggi dan peduli terhadap kehidupan masyarakatnya, terutama di Ulak baru. Mas Tyas dengan setia menemani kami menuju ke lokasi, desa Ulak baru..

Iya, di rumah mas Tyas, kami berdiskusi terlebih dahulu dan mengatur strategi… serta kami berdoa bersama memohon keridhoan Allah agar agenda hari ini berjalan dengan lancar dan mendapat kemudahan..serta keselamatan untuk kami.. amin.

Sebelum menuju ke ulak baru, kami menitipkan motor dan angkot ( beserta sopirnya) di rumah salah satu warga.. hehe

*maaf ya pak sopir ^_^

Alhamdulillah, kemaren tidak hujan, jadi hari ini tanahnya tidak becek sehingga angkot dan motor kami bisa masuk dan mengantarkan kami menuju ketek (alat transportasi air) yang akan membawa kami ke desa ulak baru..

Ulak baru adalah daerah perairan. Masyarakatnya tinggal di sepanjang sungai Belida.

Jadi, alat transportasi yang ada hanyalah perahu dan ketek..

Hah ? perairan ?

Aku bingung… awalnya aku memang sudah tahu bahwa ini daerah perairan, tapi masalahnya saat aku meminta izin kepada ibu, aku lupa memberitahu ibuku tentang detail perjalanan yang akan kami lakukan..

“jika ibuku tahu aku naik ketek, ibuku pasti marah”, ucapku dalam hati…

Iya, ibuku sangat melarang aku naik perahu, ketek, atau sejenisnya yang berhubungan dengan sungai, laut, atau perairan…. Ibuku sangat paham bahwa aku ini tak bisa berenang. Ibuku juga memiliki kekhawatiran atau sejenis ketakutan karena dulu di daerah kami ada mahasiswa yang naik perahu , perahunya karam, mahasiswa itu tenggelam dan lalu meninggal… innalillahi wainnailaihi rojiun.

Sejak itu juga ibuku sangat “mewanti wanti” aku agar tidak naik perahu atau sejenisnya..

Dulu saat aku kecil, aku juga pernah tenggelam di sungai..

Hmm,, aku baru sadar ternyata aku punya kisah setragis ini…

Jujur, aku sama sekali tidak berniat untuk menyembunyikan pada ibu bahwa ini daerah perairan, tapi entah mengapa saat aku menelepon ibu, aku lupa membicarakan detail ini.. benar-benar lupa.

Aku hanya meminta izin bahwa aku akan pergi ke ulak baru, dan desa itu adalah desa terpencil..padahal,biasanya hal sekecil apapun pasti akan kuceritakan pada ibu..untuk kali ini aku benar-benar lupa…. Masya Allah..

Aku melihat jam di HP ku, kami berangkat naik ketek itu sekitar pukul 11.05 WIB.. Kami menuju rumah Kepala Dusun..  ada 8 orang dalam ketek itu, 1 orang pengemudi ketek,  7 orangnya adalah kami, semuanya putri. Sedangkan yang 7 orang lagi menunggu..

Perjalanan menuju lokasi, kami menyusuri sungai-sungai kecil..

“oh sungainya kecil seperti ini ya” ucapku dalam hati… aku sedikit tenang….

Tapi, ternyata saat memasuki wilayah ulak baru dusun III, sungainya Luuaaaaasss dan arusnya deras..

Aku cemas…

Betapa tidak, ternyata kedalaman sungai itu sekitar 20 meter…

Ya Allah…. Aku berusaha tenang…

Ku nikmati saja pemandangan alam sekitar..

Indahnyaa… Allah Maha kaya.. .

Ku keluarkan HP ku dan ku manfaatkan untuk memotret keindahan sungai, pepohonan, dan rumah-rumah penduduk….

Sekitar pukul 12.00 WIB kami sampai… ternyata 1 jam perjalanan..

Iya, mungkin karena di perjalanan, mesin ketek agak sedikit bermasalah.. sering mati…sehingga perjalanan ini jadi memakan waktu lama..

Saat tiba di rumah pak Kadus, kami beristirahat sebentar, sholat, dan kemudian menunggu rombongan yang 7 orang lagi….

Hmm, rumah-rumah penduduk semuanya berada di sepanjang sungai..

Jarak dari satu rumah ke rumah yang lainnya berjauh-jauhan sehingga kita harus menggunakan perahu atau ketek untuk menuju rumah yang lain

Ku lihati rumah-rumah penduduk ini.. Allahu Rabbi..

aku meneteskan airmata…miris melihat kondisi di daerah ini..

Mereka jg tak punya listrik.. alat penerangan mereka menggunakan lampu tebeng, tapi ada juga menggunakan tenaga surya (mungkin yang tergolong mampu karena ini harus bayar ke pemerintah terlebih dahulu) ..

Mereka kesulitan air bersih sehingga wajar saja jika mereka banyak terserang penyakit.

Aku tertegun..

Ya Allah, betapa aku diingatkan untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang tiada habisnya yang diberikan Allah kepadaku..

Ulak baru,… hmm……..

Ku lihat ada anak kecil bersama teman-temannya pulang dari sekolah dengan mengendarai perahu.

Iya, disini ternyata hanya ada SD.. itupun juga harus penuh perjuangan..

Mereka harus menggunakan perahu menuju sekolahnya yang letaknya cukup jauh.

Untuk SMP, tidak ada di dusun ini. Jadi mereka harus berjuang ke dusun sebelah jika ingin melanjutkan ke SMP. Dan untuk SMA benar-benar tidak ada. Mereka harus merantau..

Pantas saja kebanyakan warga bersekolah hanya sampai tamat SD.

Ah aku tertegun lagi.. ya Rabb, betapa memprihatinkan dusun ini…

Untuk mendapatkan hak mereka dalam memperoleh pendidikan pun, sulit seperti ini kondisinya.

Sebagai calon guru, aku merasa tertantang !

Apa yang harus aku lakukan untuk mereka..

Iya, mereka, anak-anak Bangsa yang kelak akan menjadi generasi penerus Bangsa ini.

Ah tiba-tiba aku ingin cepat-cepat wisuda agar aku bisa cepat-cepat mengabdi pada Bangsaku.

Tidak!”, bathinku berteriak..

Tidak harus menunggu wisuda ! Sekarang pun bisa !”

“inilah kesempatannya.. Dengan menjadi mahasiswa pun aku bisa mengabdi.. jangan menunggu nanti !!”

 

Iya iya…terjadi sedikit perbincangan itu antara hati dan pikiranku..

Hmm,,tiba-tiba juga aku ingin menjadi Presiden.

Oh Indonesiaku… seperti apakah wajahmu beberapa tahun lagi ?

Hmm,,kembali ke pembahasan mengenai Ulak Baru.

Iya,Ulak Baru.. identik dengan perahu..

Anak kecil dominan bisa berenang, dan bisa mendayung perahu..

aku sempat mencoba perahu ini..

Meskipun aku takut sebenarnya, tapi tetap saja…

Aku mengajak anak pak Kadus untuk menyeberang sungai..

Aku benar-benar penasaran….

Umur anak pak Kadus ini sekitar 10 tahun, tapi dia dengan sangat lihainya mengemudikan perahu..

Dengan rasa penasaran yang begitu menggebu, aku meminta supaya aku saja yang mengemudikan perahu untuk menyeberang ke rumah pak Kadus lagi…

Ya, dengan mendengar instruksi darinya, aku mengemudikan perahu ini..

Ternyata mengemudikan perahu tidaklah mudah… adik itu dengan sabarnya memberikan instruksi “yuk kiri yuk, kanan yuk, kanan, iyo terus yuk, nah kiri lagi yuk”..

Haha..

Ya kira-kira begitu… Lucu.. hampir saja tak bisa menepi..

Akhirnya adik itu mengambil alih kemudi.. weeehh..hehe..

Dan akhirnya sampaaaaii…

Aku senang…. Sedikit menghilang ketakutanku terhadap sungai..

^_^

Ya, setelah sekian lama menunggu.. sekitar pukul 14.00 rombongan kawan-kawan putra datang..

Setelah semuanya siap, kami berdiskusi sebentar dengan Kepala Dusun dan Kak Tyas..

Menyampaikan maksud kedatangan kami, dan menyampaikan salam rindu dari kawan-kawan KM FKIP yang sudah 2 minggu melakukan penggalangan dana demi Ulak baru…

Terima kasih untuk semua jerih payah kalian… aku salut d(^_^)b

Hmm,,sebelumnya kami sudah membagi tim untuk mengunjungi rumah-rumah penduduk..

Aku bersama kawan-kawan yang lain mengunjungi tiwi.

Tiwi adalah anak kecil berusia 2,5 tahun yang diduga mengidap penyakit Tumor..

tim yang ke rumah tiwi ada 4 orang. Temasuklah aku didalamnya..

Kami di antar oleh warga dengan menggunakan ketek.  Tidak terlalu lama perjalanan, kami sampai di rumah Tiwi. Aku lihat anak kecil yang sedang duduk itu.

Oh ternyata dia adalah Tiwi.. ingin ku gendong, tapi dia menangis..

Hmm, mungkin dia kaget karena tidak mengenal aku sebelumnya…

Ku lihati dia. Ada benjolan dibagian belakangnya.. ku coba untuk memegang benjolan itu, ternyata benjolan itu lembut..

Tiwi sekalipun belum pernah dibawa ke dokter karena orangtuanya kesulitan biaya..

Ya Rabb, hampir saja air mata ini menetes lagi..

Tak kuat aku melihatnya.. anak sekecil ini, harus menahan penyakitnya..

Warga Ulak Baru hidup dalam kemiskinan.. Ya Rabb, tolonglah mereka ya Rabb..

Ah, cita-citaku yang pernah ku kubur dulu kini bangkit lagi..

Aku ingin menjadi Dokter…

“Ah, sudahlah Tria, kan nanti bisa menjadi Dokter Pendidikan”, hatiku menenangkan aku..

Iya,, setelah dari rumah Tiwi, kami harus kembali ke rumah pak Kadus lagi untuk berkumpul lagi semuanya, dan setelah itu pulang..

Ya, kami di antar oleh ibunya Tiwi..

Awalnya aku ragu, tapi aku meyakinkan hatiku bahwa ibu Tiwi adalah pengemudi ketek yang handal.

Hmm, di awal perjalanan, mesin ini sepertinya agak bermasalah.. ibunya Tiwi kesulitan mengoperasikannya..

Oh, ternyata mesinnya baru diganti. Jadi ibuk agak belum akrab dengan mesin ini..

Hmm, saat mesin menyala, ketek kami ngebuuttt sangat kencang, tapi kepala ketek menghadap ke tepi,.kami berteriak ketakutan “ibuuuuuuk”..

kami hampir saja menabrak empang yang ada disitu.. kami berusaha tenang..

Mesin ketek mati..

Dan dengan bantuan kawan yang berada paling depan, kepala ketek bisa dikendalikan..

Aku cemas.. ya Rabb…

Nah, setelah mesinnya menyala lagi, ternyata ketek seketika itu ngebut lagi,.. aku kaget..

Kami berteriak “ibuuuuuuuuukkk”….dan akhirnya mesin mati lagi, sehingga ketek dapat tenang..

Aku semakin cemas… jujur, aku gemetar..

Aku berusaha menenangkan diriku..

Aku bertanya dengan kawan yang duduk di depan dan di belakangku. Iya kebetulan aku duduk paling tengah.. kawan di belakangku tak bisa berenang juga, sedangkan kawan yang berada didepanku bisa berenang… aku masih cemas…

Kami berlima di ketek itu.. ketek itu cukup besar.. tapi entah mengapa aku gelisah..

Ku tenangkan hatiku..

Hp yang awalnya kupegang, langsung kumasukkan ke dalam tas saat kami berada di tengah-tengah sungai yang cukup luas itu…aku takut..

Ibunya Tiwi masih sibuk dengan mesin ketek yang sepertinya tak bisa diajak kompromi..

Kekhawatiranku semakin besar saat sedikit air masuk ke ketek bagian depan. Kami panik, kami semua bilang “buk, airnya masuk buk”…

Air itu semakin banyak masuk.. kami berteriak “buk, airnya masuk buk, airnya masuk”…

Aku panik,.

Betapa tidak, arus disini cukup deras, dan kedalaman sungai ini sekitar 20 meter, sedangkan aku tak bisa berenang… tak bisa ku bayangkan apa yang terjadi..

Mungkin ibuk juga panik, dia semakin menarik gas ketek itu, sehingga ombak semakin besar dan air seketika masuk ke ketek dan menenggelamkan ketek kami..

Allahu Akbar!

Aku langsung menggantungi tas kawan yang berada di depanku…kebetulan tasnya cukup besar..

Aku benar-benar tak bisa berenang.. aku takut..

Allahu Akbar..

Aku panik,..’toloooooong”……

aku mencari kawan yang tadinya dibelakangku..dia juga tidak bisa berenang…akhirnya dia dan aku menggantungi tas kawan kami itu..

tapi akhirnya kawan kami itu jadi tenggelam juga karena mungkin beban terlalu berat…kawan yang satu lagi tak tahu kemana.

Yang aku tahu saat itu adalah kami bertiga berteriak meminta tolong, kulihat dua kawanku timbul tenggelam, terminum air, tersedak… .dari kejauhan sana kulihat ada seorang bapak mendayung perahunya sangat kencang, mukanya cemas… kulihat ada orang-orang yang terjun ke sungai, berenang mendekati kami.

“toloooong, toloooooooong”….aku berteriak lagi….

 Ya Allah ya Rabb, langsung terbayang wajah ibu dipikiranku.. ada sedikit kepasrahan dalam diriku, aku berpikir mungkin hidupku hanya sampai disini dan berakhir disungai ini..

betapapun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita. Kita tidak tahu kapan kematian itu menjemput kita… dan aku pikir ini mungkin waktu terakhirku.. siapkah aku ?

Allahu Akbar..Allahu akbar.. Allahu akbar..

aku tak sadar.. kejadian ini seperti mimpi… kawan yang dari tadi kugantungi tasnya, sudah tidak ada didepanku lagi.. aku panik,..

aku baru tersadar, ternyata sudah ada 3 perahu mengepung untuk menolong kami….

Aku mecoba menaiki perahu itu dengan sisa tenaga yang ku miliki…

Terdengar teriakan dari orang-orang itu  “masih hidup yang ini, masih hidup, apakah ada kawan kalian yang tenggelam ? cukup orangnya ya ?”…..

Ya Allah, ternyata kami dikira ada yang meninggal..

Saat di atas perahu.. aku terdiam, aku shock.. ini seperti mimpi..

Aku tak percaya ternyata baru saja telah terjadi suatu peristiwa mengerikan padaku….

Aku gemetar… takut.. cemas.. tak percaya….

Saat sudah sampai di rumah Kadus, aku seperti baru terbangun dari mimpi…….

Seketika itu juga aku menangis….

Ya Allah.. ternyata aku masih hidup… terbayang wajah ibuku lagi.. aku semakin menangis, maafkan aku bu, maafkan aku bu….

Ya Allah, ternyata semudah itu Allah menghendaki… aku langsung mengkoreksi diriku, mungkin aku terlalu banyak dosa, mungkin karena aku telah melanggar pesan ibu untuk tidak naik ketek atau perahu.

Ya Allah, ampuni aku ya Rabb…

Aku bertanya pada diriku sendiri, siapkah aku jika aku meninggal hari ini ?

Siapkah aku ?

Siapkah engkau untuk mati wahai Tria !!!, hatiku berteriak marah…

Tangisku semakin menjadi.. Ampun ya Rabb..

Ku tenangkan hatiku dengan membaca ayat suci alquran.. kuhayati…

Allah, indahnya surat cintamu.. mampu menenangkan aku…

Kami menunggu 1 tim lagi yang belum datang, mereka ke rumah Herdian, adik kecil yang megidap penyakit Talasemia… sekitar pukul 17.30 kami pulang.. Perjalanan menuju daerah tempat kami menitip motor tadi pagi pun penuh perjuangan…

Hari semakin gelap… setelah sampai ke daratan, kami pulang menggunakan angkot lagi..

Ternyata pak sopir yang kami titipkan tadi masih setia menunggu kami..hehe

Maafkan kami ya pak… peace (^_^)v

Yap, diperjalanan pulang, rasa shock ku sedikit berkurang, bahkan terlupakan karena tingkah adek-adek BEM FKIP yang membuatku tergelak.. bercerita tentang film Angling Darma, jin dan jun, misteri gunung merapi, tuyul dan mbak yul.. haha..

Film waktu masih kecil dulu…

Bercerita tentang ketakutan salah seorang adik terhadap ayam…

Mengingat tragedi tenggelam tadi, yang ternyata malah menjadi Lucu jika diingat…

Canda, tawa, saling mengingatkan, menasihati….Subhanallah, kawan-kawan BEM FKIP, adek-adek, saudariku indah, salmi,ana, suci, ade, rida….indahnya ukhuwah ini…aku pasti akan sangat mrindukan kalian…

Iya sekitar pukul 22.00 WIB kami sampai di Timbangan, Indralaya..

Dan aku pulang ke kosanku.. menenangkan diriku dan mencoba merenungkan kejadian yang ku alami hari ini…. Ya Rabb, banyak hikmah yang aku dapatkan…

Dan yang paling penting, hari ini aku telah di ingatkan kepada KEMATIAN..

Terimakasih ya Allah..

Ulak baru, saudara-saudaraku, pak sopir.. terimakasih atas hari ini…..

Ini akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan dalam hidupku…. Menjadi hari bersejarah..

Berjuang bersama kalian…..

Ibu, maafkan aku bu…. Aku sama sekali tak bermaksud melanggar nasihat ibu.. maaf bu..aku benar-benar lupa… maafkan aku bu…

Sampai detik ini, rasa bersalah terus menghantuiku… besok, akan ku ceritakan pada ibu, tapi dengan caraku…. Bercerita tapi tetap membuat ibu tenang….aku sayang ibuku, sungguh !!!

Ulak Baru, aku ingin kesana lagi sebenarnya… ternyata begitu rasanya tenggelam.. hihiii😀

Insya Allah, ingin kesana, tapi dengan syarat “jika mendapatkan izin dari ibuku”…

Terimakasih atas senyum kalian hari ini……

Aku pasti akan sangat merindukan hari ini…merindukan bersama kalian…

Markas Inspirasi, 2 Maret 2011

“mereka memberikan sejuta inspirasi untukku”

Tertanda : Tria Gustiningsi

Tentang mutiarakeluarga

aku adalah orang biasa, tapi dengan semangat yang luar biasa tak pernah berhenti berjuang menggapai cinta Allah, dan berjuang mengukir senyum kebanggaan di wajah orangtua....
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke 26 Februari 2011, telah terjadi peristiwa !!

  1. fae berkata:

    stek bana fotonyo ma…hahaa…
    mantap ibu tu ma….
    dak amauh kalah do…
    tapi batua juo ma ya…restu mandeh sangat berarti dalam hiduik ko…

    • mutiarakeluarga berkata:

      haha..
      HP iya rusak gara2 basah tenggelam itu ma sanak..
      foto2 rancak d Hp tu mailang ma….

      iyo bana tu, restu mandeh sgt berarti dlm hiduik ko, kok berani melanggar pasan mandeh, siap2 se sengsara iduik ko..
      Restu Allah terletak pd restu orangtua🙂

  2. rira :) berkata:

    uniiii… yg sbar y mnghdpi cobaan wktu itu,
    tpii ni mantapppss skli pngalamannyo , ado nilai tersendrii…..heheh

    kloo mndanga tngglamm tu jdi tkuik lo iya,…
    huhu
    bekoo gayaa batuu lo nan bisaanyo..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s