Mengagumkan

Sungguh, sebagai manusia, tanpa sadar kita ini sering mengatur Allah. Ingin begini dan ingin begitu. Beberapa kali kenyataan yang terjadi sering dibelokkan oleh Allah, tidak sesuai dengan keinginan kita, lalu kita meratap begini dan begitu. Hingga suatu hari pernahkah kita merenungi bahwa belokan yang Allah takdirkan itu justru karena untuk menggiring kita agar sampai pada tujuan yang menakjubkan? Hingga kita terperangah, terkaget-kaget dengan kuasa Allah, dengan akhir yang begitu indah. Oh Rabb.

Deg! Allahu akbar!

Ah manusia, fabiayyi alaa irabbikumatukadziban?

Ayo kita renungkan keadaan kita saat ini, ayo takjub dengan cerita hidup yang Allah gariskan. Allahu akbar.

Alhamdulillah.

 

Markas Inspirasi, 26 Juni 2016

“Aku berkali-kali takjub”

Tertanda:

Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pengurai kata

Ekspresif!

Bagi orangtua dan sahabat-sahabatku, mungkin tidak asing lagi rasanya jika tiba-tiba aku menyampaikan perasaanku yang sebenarnya bahwa aku sedang marah pada mereka, sedang kecewa, ataupun sedang rindu. Ah sudah tak terhitung rasanya betapa banyak sahabat yang sudah menerima suratku. Begitupun bapak, ibu, dan kakak. Mereka sudah biasa menerima secarik kertas yang berisi ungkapan-ungkapan perasaanku. Pantas saja sejak kecil aku dipanggil “Pak pos”. Hahaa

Aku baru sadar sekarang. Dulu aku selalu marah jika tetangga memanggilku pak pos. Aku selalu protes dipanggil pak pos , tanpa tahu apa maknanya. Aku baru sadar sekarang.

Surat.

Entah, aku merasa ungkapan kata dalam tulisan lebih bisa mewakili perasaanku yang sebenarnya dan terkesan surprise, serta bisa disimpan oleh si penerima surat untuk dibaca berulang-ulang.

Hm, ada sahabatku yang aku sendiri bahkan lupa pernah menulis surat untuknya, tapi ternyata surat itu disimpan rapi olehnya dan ditunjukkan padaku lagi setelah beberapa tahun kami tidak bertemu. Dia tunjukkan dan menangis. Oh Rabb😦

Aku pernah menulis surat untuk kakakku. Ah sekitar 10 bulan yang lalu. Aku ingat betul. Itu surat paling dramatis dan mengharukan yang pernah aku buat. Aku yakin kakak masih menyimpannya dengan baik.

Surat. Hm, entah beberapa minggu yang lalu aku rasanya tak kuasa menulis surat. Ada hal penting yang harus aku sampaikan pada Bapak. Kuputuskan untuk berbicara mata ke mata dengannya. Dan pembicaraan ini adalah pembicaraan paling serius sepanjang hidupku.

Bapak tertawa. Ah bapakku selalu punya cara terbaik menanggapi perasaanku.

 

Ekspresif. Caraku menyampaikan apa yang sedang aku rasakan dengan cara terbaik. Aku memiliki pemahaman bahwa tak ada boleh yang menyangkut di hati dalam seharipun. Jika marah, maka selesaikan segera, bukan dengan cara memendamnya lalu marah-marah. Hehe.. Setiap hari, haruslah berbahagia🙂

 

Markas Inspirasi, 20 Mei 2016

“Yang hobi menulis surat”

Tertanda: Tria Gustiningsi

 

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Yang senantiasa hadir :)

“Juk, laptop juk, lihat alif juk”, pinta salah satu keponakanku yang berumur 2 tahun. Begitu dia meminta izin padaku jika ingin menonton video bernyanyi huruf hijaiyah di laptop.

Akbar Maryadi. Begitu nama yang diberikan kakak kepada anak pertamanya ini. Kami memanggilnya Akbar. Meski umurnya baru 2 tahun, tapi kecerdasannya melebihi anak seusianya. Setiap aku mudik ke rumah, banyak hal yang baru yang selalu aku cobakan padanya. Haha. Mengajaknya berdialog bahasa inggris, mengajak bernyanyi, berhitung, menonton video lagu anak-anak dan huruf hijaiyyah, ataupun mencobakan permainan baru.

Untuk berdialog bahasa inggris, jika ditanya “What’s your name?”, dia akan menjawab “My name’s Akbar”, atau “Akbar”.

“Do you like football?”, dia akan menjawab “Yesssss”.

Untuk berhitung, dia sudah bisa berhitung dari 1 sampai 10 dengan baik dan tidak terbalik-balik. Di rumah, kami selalu melibatkan dia untuk menghitung benda yang sedang dilewati atau saat dia sedang membereskan mainannya, atau jumlah makanan, atau naik tangga, dan lain-lain. “atu, wa, ga, pat, ma, nam, ju, apan, ilan, uluuuh”, begitu teriaknya. Masya Allah, cerdas!

Dia bisa bernyanyi banyak lagu. Lagu “tik tik bunyi hujan”, lagu balonku, hingga lagu “sayonara”. Sekarang ini dia sedang senang lagu burung hantu dan suka sekali menonton video huruf hijaiyyah. Saat mudik 2 minggu yang lalu, aku mengenalkannya dengan video burung hantu itu, aku bermaksud mengajarkan padanya bahwa jika hari gelap itu tandanya malam, dan kita tidak perlu takut dengan malam, hingga suara burung hantu pun sebenarnya merdu. *langsung puter backsound lagu burung hantu*. Hihii

Video huruf hijaiyyah dengan maksud mengenalkan huruf hijaiyah kepadanya secara tidak langsung. Dalam video itu, ada huruf alif yang lompat-lompat dan berteman dengan huruf ba, ta, dan huruf hijaiiyah yang lainnya. Dalam video itu si huruf alif berwarna merah dan menjadi pemimpin dari huruf yang lain sehingga Akbar fokus sekali dengan Alif. Hahaa. “Mana alif juk? Koq hilang alifnya? Mana alif?”, tanyanya gelisah saat dalam video itu alif menghilang dan sedang ditampilkan huruf lain.

Masya Allah, cerdasnya keponakanku.

Oh iya, walaupun umurnya baru 2 tahun, Akbar rajin ikut ayah dan bundanya sholat. Ketika aku mudik, setiap kali aku harus menguatkan diri jika dia ikut sholat karena aku hampir tidak bisa menahan tertawa. Haha. Tingkahnya lucuuu sekali, bahkan pernah saat rukuk dia buang angin dengan suara besaaaaar, tapi dengan polos dia terus ikut hingga akhir. Coba bayangkan bagaimana jika sedang di posisi kami. Haha.

Keponakanku satu ini kinestetik sekali. Permainanya melibatkan semua anggota tubuh dan tenaganya. Berlari-lari, main mobil-mobilan, ayunan, menendang bola sambil teriak “Goooooollll”, bahkan saat aku mudik 2 minggu yang lalu, dia sudah bisa main layang-layang. Kami ikatkan tali sepanjang 1  meter pada layang-layang itu dan dia tarik sambil berlarian.  “Nah terbaaang, terbaaaang”, ungkapnya takjub.

Lagi, walau umurnya baru 2 tahun, Akbar disiplin sekali membereskan mainannya jika selesai bermain. Dibereskan lalu dikembalikan persis ke tempat asalnya.

Dengan umurnya yang baru 2 tahun, dia tumbuh menjadi anak yang ramah, menegur orang yang lewat atau datang ke rumah kami. Dengan umurnya yang baru 2 tahun, dia adalah bayi yang penyayang. Mengusap kepala sepupunya (keponakanku juga) yang baru berumur 1,5 tahun dan bersedia mengalah jika si adek meminjam mainannya. “Adek Bill, sayang Adek Bill”, celotehnya.

Walau tidak dapat dipungkiri, dengan umurnya yang baru 2 tahun, ada kalanya dia berada pada posisi egoisnya atau tiba-tiba marah karena ada hal yang tidak sesuai keinginannya, namun mudah ditenangkan.🙂

Masya Allah, semoga tumbuh jadi anak yang sholih ya sayang, tumbuh jadi anak yang cerdas, hafiz quran. Aamiin Allahumma Aamiin.

Kak Fadel, Bang Iam, Adek Bill. Keponakan yang juga kesayanganku, mereka juga punya ceritanya masing-masing dengan karakter yang berbeda-beda. One day, akan kutuliskan.

Terkirim doa untuk kalian juga ya sayang, semoga jadi anak yang sholih, cerdas, hafiz quran. Aamiin Allahumma Aamiin.

*peluk satu-satu*

 

Markas Inspirasi, 22 April 2016

“Masya Allah, rindu. ”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Selamat milad, Kakak :)

18 Maret 2016. Tanggal kelahiran seseorang yang sangat aku sayangi. Kakak.🙂

Sore ini aku menelponnya, mengucapkan selamat hari lahir dan memberitahu doa-doaku untuknya. Walau sedang bekerja, ia bersedia diganggu olehku. Haha. Kakak selalu begitu. Hm, tapi aku tidak kuat lama-lama menelpon kakak, aku tidak kuat lama-lama mendengar suaranya.. Lama-lama mendengar suara kakak membuat aku sesak menahan rindu. Dan benar, setelah menutup telepon, aku menumpahkan tangisku sejadi-jadinya.  Aku sungguh merindukannya.

Kakak, entah kalimat seperti apa yang mampu mewakili ungkapan kerinduanku ini. Rinduku padanya kuwujudkan dalam doa-doa di setiap sholat, mendoakan kebaikan sambil membayangkan wajahnya. Kakak, aku rindu. Kakak, aku bersyukur dilahirkan sebagai adikmu. Aku bersyukur memiliki kakak yang penyayang, aku bersyukur memiliki kakak yang berada di dekatnya aku tenang, yang bersedia mendengarkan ceritaku, yang selalu menunjukkan ekspresi bahagianya setiap kali aku datang, yang selalu tertawa setiap kali aku memercikkan sisa air wudhu di jari ke arahnya (maafin adek ya kak).😀

Kakak, semoga berkah umurmu, semoga selalu dalam lindungan dan penjagaan Allah, semoga selalu dalam ridho Allah, semoga menjadi manusia yang semakin bertaqwa, bermanfaat bagi banyak orang, menjadi suami yang baik untuk istrimu, menjadi ayah yang baik untuk anakmu, menjadi sebaik-baik hamba dihadapan Allah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Kak, semoga selalu sehat.

Kak, aku bahagia memilikimu. Tak henti kesyukuranku. Aku bahagia lahir setelahmu. Kak, terima kasih tlah mencontohkan banyak kebaikan padaku, terima kasih tlah menjadi kakak yang baik, terima kasih tlah memperhatikan aku, terima kasih tlah bersedia mendengar semua ceritaku, terima kasih tlah ikut tertawa bersamaku, terima kasih tlah menjagaku, terima kasih tlah menjadi imam sholat di rumah.

Selamat ulang tahun yang ke-30 ya kak.

 

Markas Inspirasi, 18 Maret 2016

“Aku tahu salah satu isi doamu untukku tahun ini kak.hihi.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Jangan mencariku

Jika engkau ingin mencariku, jangan cari aku di bumi. Engkau tak akan temui.

Carilah aku di langit. Dalam doa di sepertiga malam.

 

Markas Inspirasi, 17 Maret 2016

“Karena aku juga tak mencarimu di bumi”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kesayangan

Aku mau mudik pagi ini. Rindu rasanya bertemu ibu dan bapak. Dari kemarin ibuku sudah menelpon “Adek pulang hari apa? Ibu mau masak.”

Hm, tapi pagi ini aku tiba-tiba mellow.

Aku tiba-tiba teringat semua kasih sayang orang disini. Aku merasakan kasih sayang dimana-mana. Walaupun ibu dan bapakku jauh disana, tapi disini, di kota rantau ini aku merasa memiliki banyak orang tua. Banyak yang sayang dan menganggapku layaknya anak sendiri. Aku merasakan doa ibu dan bapakku menjala-jalar, aku merasa Allah betul-betul memperhatikanku dan Allah gerakkan hati orang-orang disekitarku untuk sayang dan turut menjagaku.

Di sini, aku punya banyak mama, ibu, emak, mamak, papa, ayah, bapak, dan semuanya sayang padaku. Mereka rata-rata adalah orangtuanya temanku. Bahkan ada mama yang jika aku silaturahim ke sana, mama memintaku untuk menginap di rumahnya dan dia memasakkan makanan kesukaanku. Ah persis layaknya mudik ke rumah. Jika aku lama tak silaturahim, temanku akan bbm “Tria ditanyain mama, kenapa sudah lama ga kesini.”

Ah, indah sekali disayangi seperti ini.

Dan akupun tak canggung, kalau pagi-pagi aku belum sarapan, kadang aku datang ke rumah temanku dan bilang ke mama “Ma, Tria makan ya maaaa.”

Hahaaa..

Dan mama senang sekali. Hahaaa

Tidak hanya orangtua temanku, sampai saudara-saudaranya pun sayang, keponakannya pun girang sekali jika aku datang. Menempel-nempel di dekatku sambil bilang “Bunda Iya, Bunda Iya”.

Aku sering ke rumah temanku hanya untuk menemui mama, walaupun temanku sedang tidak ada di rumah. Mamanya sudah seperti ibuku sendiri.

Oh Rabb, terima kasih.

Begitupun dengan tempat kerjaku. Ya Allah, mereka sayang sekali padaku. Mereka memperhatikanku sedemikian rupa. Mencium tangan mereka rasanya syahdu sekali.

Nyaman sekali aku berada dimana-mana.

Terima kasih ya Allah untuk kasih sayang yang selalu Engkau hadirkan di hati orang-orang di sekitarku. Terima kasih Allah telah membalas kebaikan ibu dan bapakku dengan cara menggerakkan hati orang lain agar baik padaku. Alhamdulillah.

 

Markas Inspirasi, 11 Maret 2016

“Aku mudik pagi ini, melepas rindu pada setiap sudut rumah”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Gerhana

9 Maret 2016, gerhana matahari. Baru kali ini seumur hidupku menemui peristiwa luar biasa ini, dan kebetulan Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang dilalui oleh Gerhana Matahari Total (GMT). Aku memilih untuk menyaksikan GMT ini dari kosanku saja. Dari sebelum shubuh hingga pagi masjid di dekat kosanku syahdu dengan lantunan dzikir, indah, masya Allah. Dilihat dari tv, ditampilkan proses gerhana matahari di berbagai tempat di Indonesia. Ya Rabb, aku merinding, menangis, betapa hebat kuasaMu Ya Rabb. Kami bukanlah apa-apa. Rabb, ampuni kami.😥

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Hujan dan Rindu

Hujan dan rindu,

Entah keduanya hadir selalu bersamaan

tanpa aku minta

 

Hujan selalu pandai mengisahkan

antara aku dan ibu

tentang segelas susu hangat buatan ibu

tentang cerita renyah di teras rumah

tentang doa yang ibu tiupkan di ubun-ubun

 

Hujan selalu datang bersama rindu

Aku curiga

Aku curiga hujan tlah lama bersekongkol

agar ia tak jatuh sendirian

 

Markas Inspirasi, 8 Maret 2016

“Di tengah deru hujan, kemarin.”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Lelakiku

Bapak dan kakak, dua lelaki yang aku miliki. Dua lelaki yang selalu ada untuk menjagaku. Dua lelaki yang menuruti semua pintaku. Dua lelaki yang memanjakanku.

Bapak dan kakak, dua lelaki yang selalu mengkhawatirkan keselamatanku. “Pergi dengan siapa? Jam berapa? Naik apa? Aman kan?”.

Ah jika di kota rantau ini ada kalian, aku pasti lebih merasa nyaman kemana-mana. Aku pasti tak butuh motorku lagi, karena kalian pasti selalu siap sedia mengantar dan menjemputku. Tidak bermaksud manja, tidak bermaksud merepotkan, aku hanya merasa lebih aman jika bersama kalian.

Bapak, kakak, aku rindu. Terima kasih tlah memahami ketidakberdayaanku. Ah kalian seolah bisa membaca kejadianku yang sering sekali menangis di atas motor. Menangis karena hari mulai gelap, menangis karena kehujanan, menangis karena diklakson oleh mobil truk besar menakutkan, menangis karena hampir ditabrak mobil yang ga mau ngalah padahal aku di posisi jalan yang benar. Bapak, kakak, aku ingin kalian ada disini bersamaku. Aku butuh kalian.😦

 

Markas Inspirasi, 8 Maret 2016

“Aku benci sendirian”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sayangi dia

Rabb, hari ini aku bertemu seseorang di perjalanan. Rabb, kasihani dia Rabb.

Rabb, mudahkan rejekinya Rabb, berikan pekerjaan yang berkah jika ia belum mendapatkan pekerjaan, lapangkan hatinya Rabb, senangkan hatinya jika ia sekarang sedih. Kuatkan dia dalam menghadapi hidup. Rabb, sayangi dia Rabb, peluk dia Ya Rabb. Kabulkan doaku Rabb. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Markas Inspirasi, 8 Maret 2016

“Terima kasih untuk setiap hikmah yang Engkau berikan Rabb”

Tertanda: Tria Gustiningsi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar